Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Indeks
  • e-Magazine
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Sejarah
  • Kosakata
  • Puisi
  • Music
  • Film
  • Kultur
  • Wisata
  • Tips
  • Opini
  • Coretan
  • Rilis
  • Beranda
  • Flash News

Genangan Terjadi Di Beberapa Kawasan, DSDABM Surabaya Ungkap Faktor Penyebab Dan Penanganannya

Oleh Redaksi
Kamis, Februari 08, 2024

Genangan Terjadi Di Beberapa Kawasan, DSDABM Surabaya Ungkap Faktor Penyebab Dan Penanganannya

Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya pada Senin (5/2/2024) malam, menyebabkan terjadinya penumpukan di beberapa kawasan. Genangan tersebut terjadi karena sejumlah faktor yang berbeda di setiap wilayah. Salah satunya karena sampah hingga belum adanya pembangunan saluran dan rumah pompa.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi mengungkap beberapa lokasi penumpukan akibat hujan deras yang terjadi pada Senin (5/2/2024) malam. Di antaranya adalah Babat Jerawat-Benowo, Tanjung Sadari, Jalan Rajawali, Jalan Gresik, Krembangan, Manukan Lor, Dukuh Kupang, Margomulyo dan Tambak Osowilangun.

“Ada beberapa kendala berbeda di tiap lokasi pengumpulan tersebut. Seperti kapasitas pompa dan saluran yang tidak bisa menampung hujan yang terjadi selama 6 jam dari pukul 17.30 - 24.00 WIB,” kata Syamsul, Selasa (6/2/2024).

Selain itu, Syamsul menyebut, beberapa faktor lain yang menjadi penyebab timbulnya penumpukan karena adanya hambatan berupa penyempitan akibat saluran pembuatan akses jalan untuk Persil. “Sementara di kawasan Tambak Osowilangun yang merupakan kewenangan pemangku kepentingan, akumulasi terjadi karena belum ada saluran dan pompa yang memadai,” ujarnya.

Menurut dia, sejumlah faktor lain juga menjadi penyebab terjadinya berkumpul di wilayah lain. Di antaranya adalah banyaknya sampah yang menghambat aliran masuk ke rumah pompa, kerusakan beberapa perangkat pompa dan pintu air akibat tingginya frekuensi pemakaian.

Faktor lainnya adalah koneksitas antar saluran yang belum memadai, dan belum selesainya konversi dari saluran irigasi menjadi drainase, bebernya.

Untuk mengatasi hal tersebut, saya memutuskan telah melakukan beberapa tindakan cepat dengan mendatangkan mobil pompa dan Tim Satgas Unit Reaksi Cepat (URC) agar tenggelam dengan cepat. Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, perbaikan akan membuat daftar prioritas penyebab keseluruhan.

"Perencanaan penanganan pengumpulan dengan pembangunan sarana prasarana drainase ini sesuai kajian teknis dan ketersediaan anggaran," paparnya.

Pada tahun 2024, Syamsul mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memprioritaskan pembangunan saluran di beberapa kawasan. Beberapa kawasan itu diantaranya adalah Dukuh Kupang, Manukan, Petemon, Benowo, Mayjen Sungkono dan Mulyosari.

“Kami memilih lokasi tersebut karena merupakan jalan utama, merupakan tabungan dan merupakan pemukiman padat penduduk,” tuturnya.

Ia memastikan bahwa pemkot melalui DSDABM akan terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan mengatasi penyimpanan. Beberapa upaya itu di antaranya adalah memastikan kondisi saluran berfungsi normal. Selain itu, upaya lain yang dilakukan adalah normalisasi saluran dan sungai.

Kami juga menyiapkan fungsi pompa bisa berjalan dengan baik. Kami menyiapkan mobil pompa yang berjumlah 2 unit untuk gerak cepat penanganan pengumpulan. Kami membentuk Tim Satgas URC yang langsung mengoordinasikan segala hal dalam penanganan pengumpulan dengan didukung alat berat dan perlengkapan lainnya, ungkapnya.

Syamsul menambahkan, gagal juga menyiapkan rencana pembangunan untuk lokasi-lokasi yang saluran dan pompa banjirnya sudah tidak bisa mengatasi penumpukan. Penanganan pengumpulan yang dilakukan DSDABM tersebut, juga melibatkan beberapa Perangkat Daerah (PD) terkait di lingkup pemkot.

“Kami berkoordinasi antar PD untuk mempercepat penanganan saat terjadi penampungan. Misalnya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengangkut sampah dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) untuk menurunkan mobil PMK saat ada penampungan,” pungkas dia. (*)

Tags:
  • Flash News
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Tag Popular
  • Flash News
  • Jawa Timur
  • Kultur
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Sejarah
  • Seni Budaya
  • Tips
Most popular
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • Wayangan HUT ke 61 Golkar Dihadiri Ribuan Masyarakat, Ali Mufthi Terkesima dan Haru

    Minggu, November 30, 2025
    Wayangan HUT ke 61 Golkar Dihadiri Ribuan Masyarakat,  Ali Mufthi Terkesima dan Haru
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • 15 Motif Batik Jawa Timur, Kenali ciri dan Filosofinya

    Rabu, Mei 15, 2024
    15 Motif Batik Jawa Timur, Kenali ciri dan Filosofinya
  • 10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya

    Jumat, Juli 25, 2025
    10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya
  • Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang

    Kamis, Mei 01, 2025
    Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang
  • Sanjaya vs Syailendra: Dua Dinasti Mataram Kuno yang Bertarung demi Ajaran dan Tahta

    Sabtu, Mei 31, 2025
    Sanjaya vs Syailendra: Dua Dinasti Mataram Kuno yang Bertarung demi Ajaran dan Tahta
Ragamjatim.id
Copyright © 2025 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live