Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Indeks
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • pendidikan

Pemkot Surabaya Wanti-wanti PPDB Tak Ada yang Titip KK

Redaksi
Selasa, Februari 06, 2024
Pemkot Surabaya Wanti-wanti PPDB Tak Ada yang Titip KK

Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mewanti-wanti masyarakat tak menitipkan Kartu Keluarga (KK) saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi yang menimbulkan polemik. Pihaknya pun bakal memperketat persyaratannya.

"Saya minta jangan ada lagi titip KK. Saya minta diperketat lagi syarat-syarat itu," kata Eri Kamis (4/1/2024).

Eri juga menegaskan tidak boleh SD dan SMP baik negeri maupun swasta yang menambah kelas. Apalagi sampai menerima di luar jumlah sesuai aturan yang berlaku.

"Swasta bisa menerima murid dengan kategori yang jelas. Jangan yang daftar ke swasta ternyata formulir bayar SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) mahal, uang gedung sekian, jadi munculkan sejak awal biar tahu dari awal. Kalau gak mampu, ya baru kita pakai BOPDA taruh sana. Jadi ada keterbukaan," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Yusuf Masruh memastikan sekolah negeri tidak akan melanggar aturan terkait titip KK. Apa lagi terkait dengan penerimaan siswa di luar jadwal.

"InsyaAllah lah semua harus paham, ini kebersamaan," kata Yusuf

Ia menegaskan tidak ada siswa yang ditarik ke negeri padahal sudah mendaftar sekolah swasta. Sehingga membuat sekolah swasta kekurangan siswa.

"Jadi kan penjajakan minat, nah itu nanti harapan kami kita datang mulai awal kita itu bisa saling mengisi teman-teman swasta menjajakan minat melanjutkan tadi, dicatat biar kita bisa intervensi, contohnya misalnya sekolahan SD-nya masuk di SMP B nah itu kalau sudah terdeteksi mungkin kita lebih mudah, biar gak ke sana kemari ini sudah daftar," jelasnya.

Nantinya, setiap sekolah disiapkan untuk menerima siswa inklusi per tahun ajaran baru. "Kita latih guru kelas satu, dua, menangani psikologis anak. Bagaimana anak-anak ABK masuk," pungkasnya.(*)

Tags:
  • pendidikan
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak

    Rabu, Januari 14, 2026
    PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak
  • Khofifah Luncurkan RS KORPRI Pura Raharja Jatim, Serahkan Ambulans Operasional

    Minggu, Januari 11, 2026
    Khofifah Luncurkan RS KORPRI Pura Raharja Jatim, Serahkan Ambulans Operasional
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • Gubernur Khofifah Tinjau Banjir di Lamongan, Pastikan Warga Aman dan Bantuan Tersalurkan

    Minggu, Januari 11, 2026
    Gubernur Khofifah Tinjau Banjir di Lamongan, Pastikan Warga Aman dan Bantuan Tersalurkan
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • KUHP Baru Bukan Sekadar Ganti Kitab, Tapi Ganti Cara Negara Menghukum

    Selasa, Januari 13, 2026
    KUHP Baru Bukan Sekadar Ganti Kitab, Tapi Ganti Cara Negara Menghukum
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live