PSHT Kota Kediri Safari ke Ponpes, Bangun Komunikasi di Bulan Ramadan


Kediri
– PSHT Kota Kediri Safari ke Ponpes, Bangun Komunikasi di Bulan Ramadan. Puluhan anggota pencak silat Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Kediri melakukan safari ramadan 1445 Hijriah ke Pondok Pesantren (Ponpes) P3TQ Al Hidayah Kelurahan Bandar Kidul.


Pencak silat telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 12 Desember 2019, hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia.


Tidak hanya menjadi warisan budaya saja, namun pencak silat telah menjadi alat tetap dalam olahraga dunia, seperti Wushu Cina, Taekwondo Korea Selatan dan Karate Jepang serta berbagai olahraga bela diri di negara lain.


Di sisi lain juga merupakan awal perjuangan untuk meningkatkan, menjaga, melestarikan dan menyebarkan kegiatan berbasis keamanan dan aksi sosial. Agar seni pencak silat sebagai warisan dunia, agar semakin populer.


Atas latar belakang semangat inilah ditunjukkan oleh salah PSHT Cabang Kota Kediri dengan melakukan kunjungan atau safari ramadan ke Pondok Pesantren (Ponpes). Mereka menjalin silaturahmi ke sejumlah ponpes sebagai upaya merajut hubungan persaudaraan untuk membangun semangat kebersamaan bagi perjuangan kebangsaan Indonesia ke depan.


" Saya kira sangat bagus sekali, selain bela diri untuk menjaga keamanan, tentunya dengan SDM yang ada bisa dimanfaatkan untuk sosial membantu masyarakat," kata pengasuh P3TQ Al Hidayah Bandar Kidul, Izzat Sya'roni, usai menerima kunjungan safari ramadan PSHT Cabang Kota Kediri, Sabtu (23/3/2024) sore.


Ia juga menyampaikan bahwa safari ramadan yang dilakukan oleh PSHT dirasa cukup spesial pada momen penuh berkah ini, sehingga hubungan silaturahim agar terus terjalin diantara tokoh agama dengan para pesilat kedepannya.


" Saya menerima baik sekali maksud dan tujuan dari rombongan PSHT Cabang Kota Kediri. Semoga tetap terjalin sehingga memberikan efek positif bagi keberagaman masyarakat secara luas," imbuhnya.


Tak hanya prestasi dalam bidang olahraga, ulama muda kharismatik yang akrab disapa Gus Izzat juga memberikan apresiasi keberadaan PSHT dalam bidang sosial, sehingga dapat membawa dampak positif ke masyarakat.


" Tadi dalam pertemuan mereka (PSHT.red) juga menyampaikan akan mengelar kegiatan santunan anak yatim di bulan ramadan. Itu sangat bagus sekali menurut saya," terang Gus Izzat.


Dilokasi yang sama, Ketua 3 bidang pemberdayaan masyarakat, PSHT Cabang Kota Kediri, Ahmad Fatoni Solihudin, menjelaskan, kegiatan safari ramadan ini sebagai upaya membangun silaturrahim, dan lebih dekat bersama masyarakat ke P3TQ Al Hidayah Kelurahan Bandar Kidul.


" Tujuan kita safari ramadan ke tokoh ulama Kota Kediri, yakni untuk mempererat tali persaudaraan antara warga PSHT dengan masyarakat secara langsung," ujarnya.


Menurut pria yang akrab disapa kang mas Toni ruang lingkup persaudaraan tidak terbatas pada lingkungan sekolah pencak silat saja, namun dapat mempunyai arti yang luas, artinya mencakup berbagai kalangan.


Saudara itu tidak terbatas soal organisasi perguruan silat, agama, ras, maupun suku bangsa. Melainkan dipersatukan sebagai warga Indonesia berarti adalah saudara sebangsa, dan se-tanah air.


Dalam menyemarakan bulan suci Ramadan 1445 Hijriah, PSHT Cabang Kota Kediri, kata kang mas Toni akan melakukan silaturahim kepada masyarakat di sejumlah titik, khususnya yang lokasinya bertepatan dengan tempat latihan perguruan silat yang didirikan sejak tahun 1922.


" Safari ramadan kita lakukan disekitar tempat PSHT melakukan latihan, tidak hanya tokoh agama Islam melainkan juga agama lain juga direncanakan untuk dikunjungi," pungkasnya. (*)

0 Komentar