Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Indeks
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • news

Surabaya Banjir Parah, Walikota Minta Maaf dan Hentikan Proyek Saluran

Oleh Redaksi
Sabtu, April 06, 2024

Surabaya Banjir Parah, Walikota Minta Maaf dan Hentikan Proyek Saluran

SURABAYA - Wilayah Dukuh Kupang banjir parah pada Kamis (4/4/2024) malam. Ketinggian air mencpai lebih satu meter. Pemasangan box culvert dianggap sebegai penyebabnya. Karena itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta agar menghentikan sementara proyek saluran tersebut.

Akibat derasnya guyuran hujan, malam itu sejumlah jalan protokol yang selama ini bukan langganan banjir justru terendam air. Eri lantas menggelar sidak di wilayah Dukuh Kupang hingga Pakal. Dia menjelaskan penyebab banjir yang tinggi, meski air cepat surut.

Eri lantas meminta maaf kepada warga. Sebab, saat ini sedang ada pemasangan box culvert di beberapa titik, namun hujan tiba dan menimbulkan banjir.

"Saya mohon maaf karena proyek berjalan belum selesai, hujannya datang," kata Eri saat ditemui detikJatim di Dukuh Kupang, Jumat (5/4/2024).

Ia mengatakan, keputusan mengerjakan proyek box culvert ini karena melihat cuaca di Surabaya selama tiga pekan selalu panas. Tetapi dia tidak menyangka hujan turun sangat deras dan lama itu membuat banjir.

"Ini musim kemarau, panas terus, ketika pengerjaan proyek dilakukan, maka saluran proyek dibendung, karena buat saluran, kita tutup. Lah kok hujannya deras. Ini di luar prediksi kita," jelasnya.

Ketika akan memasang box culvert, saluran yang melintas di lokasi proyek ditutup dan dalihkan ke jalur lain agar air tidak meluber dan menghambat jalannya proses pemasangan.

Eri menyebut, dampak dari pengerjaan proyek tersebut menyebabkan banjir. Sebab, ada penutup saluran dan air tidak bisa mengalir.

"Kita kemarin salah perhitungan, karena mengira sudah tidak hujan di Surabaya dengan tiga minggu yang panas itu mengerjakan proyek di titik itu. Saya minta dam dicopot semua sambil dilihat hujan lagi atau tidak," jelasnya.

Sama halnya di Jalan Ahmad Yani yang juga terendam banjir. Penyebabnya sama, terdapat pengerjaan proyek box culvert.

"Podo (sama), disudet (saluran) kabeh. Di Jalan Ahmad Yani kan pengerjaan juga, mau ditinggikan, karena Jalan Ahamd Yani itu banjirnya mulai Taman Pelangi sampai KFC, kami tinggikan Taman Pelangi sampai Polda. Kami sekarang kerjakan dari Polda ke KFC, banjire di KFC," tukasnya.

Untuk itu, Eri Cahyadi memastikan, pengerjaan proyek akan selesai awal Juni 2024. Agar proyek pengerjaan saluran dan sodetan segera tuntas dan tidak terjadi lagi banjir, Eri meminta kepada jajarannya untuk membuka kembali bendungan yang menutupi saluran.

Karena masih terjadi hujan deras pada Jumat (5/4/2024), Eri ingin agar saluran irigasi dibuka kembali sampai dengan beberapa waktu ke depan. “Makannya, saya minta Dam-Dam itu dicopot (buka) saja dulu semuanya, sambil kita lihat ini masih hujan lagi apa nggak. Konsekuensinya kalau ini dicopot, ya nggak bisa dikerjakan sama sekali,” tandasnya. (*)
Tags:
  • news
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal

Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • Viral di Media Sosial, Mobil Seharga PCX: Murah, Tak Kepanasan, Tak Kehujanan

    Sabtu, Januari 03, 2026
    Viral di Media Sosial, Mobil Seharga PCX: Murah, Tak Kepanasan, Tak Kehujanan
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • Awali 2026, Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 38 SMA, SMK, dan SLB di Malang Raya

    Sabtu, Januari 03, 2026
    Awali 2026, Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 38 SMA, SMK, dan SLB di Malang Raya
  • Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang

    Kamis, Mei 01, 2025
    Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang
  • PMI Jember Turun ke Medan, Beri Layanan PSS dan Kesehatan Terpadu untuk Korban Banjir Sumatera

    Sabtu, Januari 03, 2026
    PMI Jember Turun ke Medan, Beri Layanan PSS dan Kesehatan Terpadu untuk Korban Banjir Sumatera
  • Refleksi Akhir Tahun 2025, Golkar Jatim Fokus Konsolidasi Internal dan Keberpihakan pada Rakyat

    Jumat, Januari 02, 2026
    Refleksi Akhir Tahun 2025, Golkar Jatim Fokus Konsolidasi Internal dan Keberpihakan pada Rakyat
Copyright © 2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live