Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • news

Cegah Karhutla, BMKG Gelar OMC Serentak di 5 Provinsi

Redaksi
Sabtu, Juni 22, 2024
Cegah Karhutla, BMKG Gelar OMC Serentak

Jakarta, Ragamjatim.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serentak di lima provinsi di wilayah Indonesia. Kelima provinsi tersebut, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, OMC dalam rangka pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). "OMC ini dilakukan dalam rangka bentuk antisipasi bencana kekeringan dan Karhutla," katanya dalam siaran pers dikutip Jumat (21/6/2024).

Pelaksanaan OMC, sebutnya dilakjukan selama bulan Juni hingga Juli 2024. Untuk jadwal pelaksanaan OMC di Riau sudah dilaksanakan sejak 14 Juni hingga 3 Juli mendatang. Provinsi Jambi dimulai 20 Juni hingga 1 Juli, Sumatra Selatan 3 Juli hingga 12 Juli, Kalimantan Barat 25 Juni hingga 5 Juli, dan Kalimantan Tengah pada 5 Juli-15 Juli 2024.

Menurut Dwikorita, berdasarkan hasil analisis dan monitoring BMKG, pada Juli hingga September pada provinsi target OMC, diperkirakan mengalami kekeringan dan rawan terjadi Karhutla. Karena itu, dia berharap dengan adanya OMC bisa mengurangi dampak risiko yang dapat terjadi dan dapat menganggu kehidupan masyarakat.

"OMC dilakukan untuk pembasahan lahan gambut untuk antisipasi dan mitigasi bencana Karhutla. Selain itu untuk mengisi kubah-kubah air yang berada di lahan gambut sehingga mencegah lahan gambut kering dan mudah terbakar karena telah dibasahi oleh hujan," paparnya.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan, berdasarkan pantauan Sipongi, secara kumulatif dua hari terakhir di provinsi terkait target sudah mulai terdeteksi hotspot dengan derajat kepercayaan menengah hingga tinggi atau 2-3 titik per hari.

Untuk itu, menurut Seto, pembasahan lahan gambut tersebut dilakukan sebelum daerah terdampak memasuki puncak musim kemarau. Pun, OMC ditujukan untuk menekan potensi lonjakan hotspot dan potensi luasan area gambut yang terbakar.

"OMC di Provinsi Riau sudah dilaksanakan dan sudah menggunakan bahan semai NaCI powder sebanyak empat ton. Lima sorti penyemaian dengan total jam terbang 11 jam 35 menit," kata Seto.

Kegiatan OMC di Provinsi Riau bekerjasama dengan TNI AU Lanud Sultan Syarif Kasim II dan pesawat Casa 212 registrasi A-2116 dari Skuadron Udara 4 Malang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, dan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). (*)
Tags:
  • news
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Trending
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
  • Ribuan Pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur Dijadwalkan Dikukuhkan di Jatim Expo

    Minggu, Februari 08, 2026
  • 10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan

    Sabtu, Maret 15, 2025
  • 7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi

    Sabtu, Juli 26, 2025
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live