Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • jawatimur

Bupati Ikfina Ajak Masyarakat Kelola Sampah Dimulai dari Rumah Tangga

Redaksi
Senin, Juli 08, 2024
Bupati Ikfina Ajak Masyarakat Kelola Sampah

Mojokerto, Ragamjatim.id - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, mengajak masyarakat agar pengelolaan sampah dimulai dari  rumah tangga.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Ikfina saat menghadiri  “Sarasehan Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga”  yang diselenggarakan di Paseban Agung, Trawas, Senin  (8/7/2024).

"Mari kita pilah sampah rumah tangga kita, sampah ini hal yang tidak bisa kita sepelekan, karena jika tidak dikelola bahayanya akan kembali kepada kita," tutur Ikfina di Paseban Agung Trawas.

Dijelaskan  kegiatan  Sarasehan yang diinisiasi oleh Wehasta ini, bahwa apabila sampah tidak dikelola sedini mungkin, maka dapat menimbulkan pembludakan timbunan sampah di TPA (tempat pembuangan akhir).

Hal ini seperti yang terjadi pada TPA Karangdiyeng, TPA yang telah dibuka oleh Pemkab Mojokerto sejak tahun 2021 itu kini dianggap sudah penuh, dan pada 2023 kemarin akhirnya dilakukan penganggaran dengan nominal 1,7 miliar untuk perluasan lahan TPA.

"Di tahun 2021 kita telah membuka lahan untuk penampungan akhir di Karangdiyeng, dan di tahun 2023, kita anggarkan lagi 1,7M untuk perluasan lahan karena tempatnya sudah penuh (sampah), ini harus jadi 'concern' kita semuanya,"tegas Bupati Ikfina.

Bupati perempuan pertama di Mojokerto itu melanjutkan, bahwa kedepannya akan dirancang regulasi atau peraturan yang mengajak masyarakat untuk memilah sampah, terutama sampah organik pada rumah tangga masing-masing.

Dengan konsep regulasi itu, Ikfina berharap agar nantinya pihak pemerintah desa tidak terlalu dibebani untuk mengelola sampah warganya, mengingat tingginya biaya operasional yang diperlukan untuk mengelola sampah.

"Biaya untuk operasional pengellaan sampah itu tidak sedikit, nanti kita kuatkan regulasi agar para warga harus mengelola sampahnya dari rumahnya masing-masing, sehingga tidak membebani pengelolaan sampah di tingkat desa," bebernya.

Bupati Ikfina juga berpesan kepada pihak Wehasta (wahana edukasi harapan semesta) dan pengurus TPS3R Desa Trawas agar bisa membagikan wawasannya kepada para penggiat atau pemerhati lingkungan yang lain.

Hal ini diutarakan karena pada program 'Ngopi' (ngobrol pemuda inovatif) bersama Karang Taruna di beberapa kecamatan, pembahasan masalah sampah dan kebutuhan terhadap TPS3R kerap kali mendapat pembahasan.

"Pada program 'Ngopi' bersama Karang Taruna di kecamatan-kecamatan, banyak dari mereka (Kartar) yang memiliki keprihatinan terkait sampah, jadi bagi pemuda yang peduli pada lingkungan ini, saya himbau untuk belajar di Wehasta dan TPS3R Desa Trawas," tandasnya dihadapan 70 peserta sarasehan.

Selain pembahasan terkait pemilahan sampah organik di tingkat rumah tangga, pada giat sarasehan ini juga diadakan penyerahan alat crusher (pencacah sampah) kepada 11 perwakilan 'Bank Sampah' di seluruh Kabupaten Mojokerto.

Kesebelas crusher itu sendiri merupakan bantuan CSR dari Pt. Mega Bintang Indonesia (MBI), yang secara simbolik diserahkan oleh Bupati Ikfina Fahmawati. (*)
Tags:
  • jawatimur
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi

    Sabtu, Januari 31, 2026
    OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • 7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi

    Sabtu, Juli 26, 2025
    7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • 10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya

    Jumat, Juli 25, 2025
    10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya
  • Khofifah Apresiasi Peran Pesantren Bentuk Generasi Qur’ani di Bangkalan

    Minggu, Februari 01, 2026
    Khofifah Apresiasi Peran Pesantren Bentuk Generasi Qur’ani di Bangkalan
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live