Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Indeks
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • sejarah

Mengenal Peristiwa Perang Bubat

Oleh Redaksi
Kamis, September 26, 2024

Pernikahan adalah momen yang sangat penting dan sakral yang dilalui dalam hidup manusia, karena menyangkut tugas suci dalam mengembangkan keturunan serta memperoleh kebahagiaan dari pasangan. Tetapi bagaimana jadinya jika pernikahan kedua insan terhalang karena sebuah tradisi masa lalu yang dipercaya hingga saat ini.

Di dalam tradisi masyarakat Sunda, tentu kita pernah mendengar mitos tentang larangan bagi orang Sunda menikah dengan orang Jawa. Pada mitos itu diceritakan jika pasangan yang nekat menikah, maka, maka rumah tangganya akan diterpa badai perpisahan.

Asal muasal mitos itu berkembang adalah sejak terjadinya peristiwa perang Bubat. Kala itu Prabu Hayam Wuruk ingin memperistri seorang putri dari negeri Pasundan yang Bernama Putri Dyah Pitaloka Citaresmi. Dari salah satu sumber mengatakan bahwa ketertarikan Prabu Hayam wuruk pada Putri Dyah Pitaloka adalah karena beredarnya lukisan dari keelokan paras sang Putri di Majapahit, yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman bernama Sungging Prabangkara.

Namun sebelum sempat kedua belah pihak bertemu, terjadi sebuah kesalahpahaman yang menimbulkan perang. Konon Patih Gajah Mada menghadang rombongan Raja Sunda beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka yang datang ke Bubat, kemudian menganggap kedatangan mereka sebagai bentuk penyerahan diri, untuk memenuhi Sumpah Palapa.

Lalu terjadilah kesalahan pahaman dan perselisihan antara utusan Prabu Linggabuana dengan Patih Gajah Mada. Perselisihan tersebut mengakibatkan perang antara rombongan Raja Linggabuana yang berjumlah kecil dengan pasukan Gajah Mada yang berjumlah besar.

Dari peristiwa itu Prabu linggabuana gugur beserta permaisuri dan pejabat-pejabat negeri Sunda yang lain. Kemudian di tengah kekalutan dan kebenciannya pada Kerajaan Majapahit, putri Dyah Pitaloka memutuskan untuk bela pati atau bunuh d1r1 untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya.

Dampak dari peristiwa tersebut, Pangeran Niskalawatu Kancana, adik Dyah Pitaloka yang tidak ikut dalam rombongan akhirnya naik takhta. Dia memutuskan hubungan diplomatik dengan Kerajaan Majapahit sekaligus mengeluarkan larangan esti ti luaran (beristeri dari luar) bagi kalangan kerabat Kerajaan Sunda.

Jika ditilik sejarahnya lebih detail, mitos itu tersebut hanyalah karangan fiksi. Pendapat ini dikarenakan, sejauh ini kisah tentang perang bubat hanya dimuat didalam karya – karya fiksi dan digubah pasca runtuhnya Kerajaan Majapahit.

Menurut sejarawan kisah dramatis perang bubat sengaja dirancang oleh pemerintah Belanda untuk melancarkan misi divide et empera atau politik adu domba di negeri kita.

Oleh karena itu, sebuah mitos, jika dirasa merasa merugikan sebaiknya ditelusuri lebih jauh supaya jangan sampai kita termakan isu-isu yang tidak jelas, sehingga akan merusak hubungan kekeluargaan antara sesama Masyarakat Indonesia.(*)
Tags:
  • sejarah
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal

Topik populer
  • lifestyle
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang

    Kamis, Mei 01, 2025
    Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang
  • Viral di Media Sosial, Mobil Seharga PCX: Murah, Tak Kepanasan, Tak Kehujanan

    Sabtu, Januari 03, 2026
    Viral di Media Sosial, Mobil Seharga PCX: Murah, Tak Kepanasan, Tak Kehujanan
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • Awali 2026, Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 38 SMA, SMK, dan SLB di Malang Raya

    Sabtu, Januari 03, 2026
    Awali 2026, Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 38 SMA, SMK, dan SLB di Malang Raya
  • PMI Jember Turun ke Medan, Beri Layanan PSS dan Kesehatan Terpadu untuk Korban Banjir Sumatera

    Sabtu, Januari 03, 2026
    PMI Jember Turun ke Medan, Beri Layanan PSS dan Kesehatan Terpadu untuk Korban Banjir Sumatera
  • Refleksi Akhir Tahun 2025, Golkar Jatim Fokus Konsolidasi Internal dan Keberpihakan pada Rakyat

    Jumat, Januari 02, 2026
    Refleksi Akhir Tahun 2025, Golkar Jatim Fokus Konsolidasi Internal dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Masyarakat Keluhkan Jukir Samsat, Padahal Sudah ada Retribusi Parkir Berlangganan

    Selasa, Desember 30, 2025
    Masyarakat Keluhkan Jukir Samsat, Padahal Sudah ada Retribusi Parkir Berlangganan
Copyright © 2025 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live