Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • pendidikan

Seni Kaligrafi di Timur Tengah dengan Indonesia? Yuk kenali perbedaannya

Redaksi
Sabtu, September 14, 2024
Kaligrafi
Seni kaligrafi di MTQN XXX Kaltim

Seni kaligrafi, yang dikenal sebagai seni rupa tulis dengan nilai estetika dan spiritual, berkembang dengan beragam gaya di berbagai belahan dunia. Ujang Badrussalam, Dewan Hakim Cabang Kaligrafi di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2024 di Samarinda, mengungkapkan, perbedaan kaligrafi di Timur Tengah dan Indonesia sangat mencolok, terutama dalam pendekatan dan gaya penulisan.

Menurut Ujang, kaligrafi di Timur Tengah masih sangat tradisional dan mengikuti aturan yang ketat. "Di Timur Tengah, dalam event lomba, mereka umumnya menggunakan model-model kaligrafi yang baku dan murni," ujarnya pada Kamis (12/9/2024).

Kaligrafi di kawasan Timur Tengah lebih konservatif karena dipengaruhi sejarah panjang yang erat kaitannya dengan budaya Islam dan Arab. Di sana, kaligrafi dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi, sehingga seniman mengikuti aturan penulisan yang sudah ada selama berabad-abad.

Sementara itu, di Indonesia, kaligrafi berkembang lebih bervariasi dan terbuka terhadap inovasi. "Kalau di Indonesia, ada juga kaligrafi murni, tapi kita juga melihat ada banyak variasi dalam bentuk dekorasi kontemporer dan bahkan kaligrafi digital," kata Ujang.

Pendekatan yang lebih bebas dan kreatif di Indonesia ini mencerminkan pengaruh keragaman budaya dan perkembangan teknologi. Para seniman kaligrafi di Indonesia sering kali menggabungkan elemen tradisional dengan sentuhan modern, seperti penggunaan teknologi digital, yang membuat karya-karya mereka lebih segar dan inovatif.

Menurut Ujang, perbedaan pendekatan ini dipengaruhi oleh latar belakang sosial budaya masing-masing wilayah. "Kaligrafi di Timur Tengah lebih konservatif, sedangkan di Indonesia lebih variatif dan kreatif," ungkapnya.

Dalam kompetisi, hal ini juga tercermin. Lomba kaligrafi di Timur Tengah lebih fokus pada penilaian ketepatan penulisan sesuai standar tradisional. Sedangkan di Indonesia, selain keindahan dan ketepatan, kreativitas dan inovasi dalam menyajikan karya juga menjadi faktor penilaian penting.

Meski begitu, Ujang menekankan bahwa kaligrafi di Indonesia yang lebih inovatif tetap menghargai tradisi. "Ada juga yang mengikuti gaya murni seperti dalam kaligrafi naskah klasik. Tradisi tetap menjadi bagian penting," jelasnya.

Perbedaan utama antara kaligrafi di Timur Tengah dan Indonesia, menurut Ujang, terletak pada bagaimana kedua wilayah ini menyeimbangkan tradisi dan inovasi. Di Timur Tengah, seniman lebih cenderung mempertahankan gaya klasik yang ketat, sementara di Indonesia, para seniman lebih bebas untuk bereksplorasi dan menciptakan karya-karya baru yang menggabungkan unsur-unsur modern dan teknologi.

"Mungkin bisa dibilang, di Timur Tengah lebih konservatif, sementara di Indonesia lebih banyak ragam inovasi yang dikembangkan," tutup Ujang.

Diketahui, MTQ Nasional ke-30 di Kalimantan Timur memperlombakan cabang Kaligrafi yang terdiri empat golongan, yaitu Naskah Al-Qur’an, Mushaf Al-Qur’an, Dekorasi Al-Qur’an, dan Kontemporer Al-Qur’an. Tahun ini, untuk pertama kalinya, MTQ Nasional memperlombakan golongan Seni Kaligrafi Digital yang dalam bentuk ekshibisi.(*)
Tags:
  • pendidikan
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi

    Sabtu, Januari 31, 2026
    OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • 7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi

    Sabtu, Juli 26, 2025
    7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • 10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya

    Jumat, Juli 25, 2025
    10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya
  • Khofifah Apresiasi Peran Pesantren Bentuk Generasi Qur’ani di Bangkalan

    Minggu, Februari 01, 2026
    Khofifah Apresiasi Peran Pesantren Bentuk Generasi Qur’ani di Bangkalan
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live