Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • kuliner

Teh Putih, Budaya baru ngeTeh Indonesia

Redaksi
Jumat, Februari 21, 2025
Teh Putih

Pernah minum teh putih?
Selama ini masyarakat Indonesia hanya mengenal teh hijau dan teh hitam. Teh putih berasal dari Cina, di negara asalnya teh menjadi simbol status seseorang. Hal itu disebabkan karena teh putih mahal dan langka.

Teh putih harus dipetik dengan tangan dan hati-hati karena merupakan helaian pucuk daun Camellia sinensis yang sangat muda dan belum mekar. Pucuk muda (biasa disebut peko) ini masih diselaputi rambut halus berwarna putih perak sehingga memberi kesan warna putih beludru. Jika mengering akan berubah warna menjadi putih.

Teh putih diproses secara alami dan minimal, hanya melalui pelayuan dan pengeringan dengan bantuan angin dan sinar matahari pegunungan segera setelah proses pemetikan dilakukan. Pengolahan teh putih tanpa mengalami proses oksidasi/fermentasi maupun penggilingan sehingga tidak merusak bentuk teh.

Teh putih supreme grade dibuat dari tunas daun teh pilihan, sedangkan teh putih high grade dibuat dari tunas daun dan dua daun kuncup pertama yang dipetik pada musim semi hanya dalam waktu dua hari hingga dua minggu setiap tahunnya.

Pucuk teh yang belum mekar merupakan bahan berkualitas yang digunakan untuk pembuatan teh putih yang lazim disebut peko. Peko segar mengandung 74—77% kadar air dan 23—26% padatan.

Bahan baku selektif diperoleh dari pucuk daun yang masih menggulung. Pengolahan yang spesial juga merupakan faktor penting menghasilkan teh putih kaya manfaat kesehatan itu.

Teh putih masuk dalam kategori teh spesialti atau specialty tea. Indonesia berpeluang sebagai produsen utama teh putih (white tea) dari varietas asamika.

Varietas yang banyak dibudi dayakan di Indonesia itu memiliki kandungan katekin yang lebih tinggi daripada varietas lain yang dibudidayakan yakni varietas sinensis. Kadar katekin total asamika rata-rata 17,26%. Bandingkan dengan kadar katekin varietas sinensis hanya 13,52%.

Artinya varietas asamika cocok sebagai bahan teh putih karena kaya kandungan katekin. Sementara varietas sinensis lebih cocok untuk specialty oolong dan teh hijau (green tea)

Senyawa katekin dan turunannya merupakan komposisi dominan dalam kandungan padatan teh. Bahan padatan teh banyak terkandung di bagian pucuk teh. Semakin muda pucuk daun teh, maka semakin tinggi polifenol yang terkandung. Polifenol berfungsi sebagai senyawa antioksidan.

Hasil riset peneliti Agronomi di Pusat Penelitian teh dan Kina, Gambung, Kabupaten Bandung, Erdiansyah Rezamela, S.P., teh putih dari Gambung, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, memiliki kandungan polifenol paling tinggi yakni 25,52% dibandingkan dengan jenis teh putih lainnya.(*)
Tags:
  • kuliner
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Trending
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
  • Ribuan Pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur Dijadwalkan Dikukuhkan di Jatim Expo

    Minggu, Februari 08, 2026
  • Atap SDN 4 Pandan Wangi Rata dengan Tanah, Kanit Dikbud Jerowaru Gerak Cepat 10 Menit Pasca-Kejadian

    Minggu, Februari 08, 2026
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
  • 10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan

    Sabtu, Maret 15, 2025
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live