Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Indeks
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • ekonomi dan bisnis

Jatim Siap Jadi Pionir Swasembada Pangan Nasional

Redaksi
Kamis, April 24, 2025
Jatim Siap Jadi Pionir Swasembada Pangan Nasional

Ponorogo, Ragamjatim.id
– Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengikuti kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Rabu (23/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digelar serentak di 14 provinsi sentra padi dan dipimpin langsung secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Emil didampingi oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, perwakilan Kementerian Pertanian RI, Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Perum Bulog Jatim, PT. Pupuk Indonesia Jatim, jajaran perangkat daerah provinsi Jatim dan jajaran Forkopimda Kabupaten Ponorogo.

Dalam sambutannya, Emil menyampaikan kesiapan Jawa Timur menjadi pionir dalam mensukseskan program swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

“Jatim memiliki modal kuat berupa potensi lahan, produktivitas tinggi, dan semangat luar biasa dari para petani. Ini menjadi dasar optimisme kami untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dalam kegiatan tanam serentak ini, para petani menggunakan alat tanam modern rice transplanter yang mampu mempercepat proses tanam, menjaga kerapatan, serta memastikan pola tanam yang seragam. Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan hasil produksi.

“Modernisasi pertanian bukan hanya soal alat, tapi juga pola pikir dan keberlanjutan. Ini yang sedang kami dorong melalui pelatihan dan dukungan fasilitas bagi petani,” ujar Emil.

Untuk menjaga kesinambungan produksi, Pemprov Jatim terus mendorong percepatan tanam, khususnya di tengah curah hujan yang masih tinggi pada April, guna memastikan target panen tetap tercapai.

Per 22 April 2025, realisasi luas tanam padi di Jawa Timur telah mencapai 226.475 hektare atau 76,27 persen dari target 296.905 hektare pada bulan April. Capaian ini mencerminkan semangat dan kerja keras petani dalam memanfaatkan momentum musim tanam.

Berdasarkan amatan sementara Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, potensi luas panen padi di Jatim untuk periode Januari–Mei 2025 mencapai 964.768 hektare, meningkat 104.811 hektare (12,19 persen) dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sementara potensi produksi padi kumulatif periode tersebut mencapai 5.485.679 ton gabah kering giling (GKG), naik 575.935 ton (11,73 persen) dari tahun lalu.

Tahun 2024, Jatim mencatatkan produksi padi sebesar 9.270.435 ton GKG atau setara 5.352.936 ton beras, dengan luas panen mencapai 1.616.985 hektare. Ini menjadikan Jawa Timur sebagai produsen padi terbesar ketiga nasional dengan kontribusi 17,44 persen terhadap total produksi nasional.

Oleh karena itu, Wagub Emil juga menggarisbawahi pentingnya kemandirian pangan sebagai strategi menghadapi dinamika global.

“Kemandirian pangan berarti kestabilan pasokan, peningkatan kesejahteraan petani, penguatan desa, dan pengurangan ketergantungan pada pangan impor. Ini adalah pondasi ketahanan bangsa,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan sinergi seluruh elemen, baik petani, pemerintah daerah, TNI/Polri, penyuluh pertanian, hingga pelaku usaha sektor pangan.

“Jawa Timur siap berkolaborasi dan menjadi bagian penting dalam gerakan nasional ini. Kami ingin menjadi pionir dalam mewujudkan swasembada pangan yang nyata dan berkelanjutan,” pungkasnya

Selain melaksanakan tanam serentak, Wagub Emil bersama Bupati Sugiri juga melakukan Panen Raya di area persawahan seluas 291 hektare dengan varietas padi MT-2. Panen dilakukan menggunakan metode combine harvester, yakni alat pemanen modern yang mampu mempercepat proses panen sekaligus meminimalisasi kehilangan hasil panen

Sebagai penutup, Emil menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian atas inisiasi gerakan nasional ini. Gerakan tanam serentak di 14 provinsi dinilainya sebagai momentum strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan prioritas utama pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan nasional. 

Ia juga mengapresiasi semangat para petani Indonesia yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan. Presiden berharap gerakan ini terus berlanjut secara berkelanjutan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Indonesia tidak hanya swasembada pangan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Sekarang kita sudah bisa bantu negara lain, ini sesuatu yang membanggakan bagi diri saya,” tegasnya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua unsur, baik Kementerian Pertanian, Pemerintah daerah, kelompok tani dan semua stakeholder karena telah bahu-membahu mengangkat pangan untuk bangsa Indonesia, kalau pangan kita aman, negara kita aman, ” tandasnya. (fin/min)
Tags:
  • ekonomi dan bisnis
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak

    Rabu, Januari 14, 2026
    PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • KUHP Baru Bukan Sekadar Ganti Kitab, Tapi Ganti Cara Negara Menghukum

    Selasa, Januari 13, 2026
    KUHP Baru Bukan Sekadar Ganti Kitab, Tapi Ganti Cara Negara Menghukum
  • 2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak

    Kamis, Januari 15, 2026
    2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak
  • Dari Surabaya untuk Indonesia, PMI Tunjukkan Standar Kemanusiaan Kelas Dunia

    Kamis, Januari 15, 2026
    Dari Surabaya untuk Indonesia, PMI Tunjukkan Standar Kemanusiaan Kelas Dunia
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live