Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • opini

Hari Pendidikan Nasional 2025 dan Kelahiran Sekolah Rakyat

Redaksi
Jumat, Mei 02, 2025
Hari Pendidikan Nasional 2025 dan Kelahiran Sekolah Rakyat

Dr. Muchamad Taufiq, S.H., M.H.

Istimewa, adalah kata yang tepat untuk peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025. Mengawali 2 Mei sebagai hari sakral bagi dunia Pendidikan di Indonesia, telah diterbitkannya Inpres No. 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Instruksi Presiden ini merupakan implementasi dalam mewujudkan ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’ (Sila ke-5, Pancasila). Sifat hukum memang haruslah predicable, dan mampu menjangkau atas fenomena mendatang yang akan berakibat terhadap perkembangan masyarakat.

Inpres No. 8 Tahun 2025 haruslah ditanggapi dengan serius, sungguh-sungguh dan penuh tanggung jwab semua stakeholder.

Menindaklanjutinya dengan goodfaith yaitu itikad baik dari pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha/ industri untuk cancut taliwanda, nyengkuyung, serta mengembangkan rasa handarbeni terhadap sebuah program nasional.

Inpres No. 8 Tahun 2025 ini menetapkan mengenai optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Melalui Inpres ini diinstruksikan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk melakukan optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem dengan memastikan ketepatan sasaran dan integrasi program antarkementerian/lembaga dengan melibatkan peran serta masyarakat.

Inpres ini memastikan langkah-langkah yang diperlukan serta ketepatan sasaran dan integrasi program antarkementerian/lembaga dengan melibatkan peran serta masyarakat.

Maksud tepat sasaran dalam hal ini kebijakan yang diambil wajib berorientasi pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan.

Tidak kala pentingnya adalah penggunaan data tunggal sosial dan ekonomi nasional untuk optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem dalam menentukan sasaran program, termasuk program sekolah rakyat.

Ciri khas sekolah rakyat ini adalah kurikulum berasrama namun tetap berorientasi pada sekolah formal. Merunut aspek filosofis pendirian sekolah rakyat maka semua pihak haruslah dilandasi rasa ‘cinta tanah air dan bangsa’.

Semangat ‘tan hanna dharma mangrwa’ yakni tidak ada pengabdian yang mendua atas kepentingan bangsa dan negara. Karena anak-anak sekarang adalah calon pemimpin di masa mendatang.

Kehadiran Sekolah Rakyat (istilah ini telah ada sejak masa perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan) adalah bertujuan membantu anak-anank bangsa dari keluarga miskin untuk mendapatkan Pendidikan yang layak.

Bukankah ‘Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia’ (pasal 28C ayat 1, UUD NRI 1945).

Setiap warga negara berhak mendapat Pendidikan, dan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem Pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang, demikian konstitusi mengamanatkan. Jadi roadmap Sekolah Rakyat ini sudah benar dan menjawab kebutuhan aspek keadilan masyarakat.

Harapannya, pemerintah disemua tingkatan segera bersiap dengan melakukan harmonisasi visi dan misi pembangunannya, melakukan sinkronisasi dan koordinasi atas perencanaan di daerah masing-masing guna menyukseskan program Sekolah Rakyat.

Awalan yang penting adalah penyiapan lahan pemerintah untuk menunjang Sekolah Rakyat. Sebagaimana kita maklumi, terkadang aspek pertanahan seringkali menjadi faktor penghambat sarana-prasarana pendidikan.

Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025 dengan tema adalah “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua” adalah selogan penuh makna. Kata ‘partisipasi’ menunjukkan harapan bersama, tanggung jawab bersama dan sama-sama bertanggung jawab, tidak ada lagi ego-sektoral.

Pemahamanan integral atas sebuah program wajib dikembangkan dan dipedomani oleh setiap organisasi perangkat daereah.

Masing-masing kita memiliki kewajiban untuk berperan mewujudkan kualitas Pendidikan yang bermutu. Ingatlah selalu konsep pendidikan yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara, “ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”.

*) Penulis adalah Akademisi ITB Widya Gama Lumajang dan
Fasilitator bersertifikat Leaderships Management 
Tags:
  • opini
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • Pakaian Adat Jawa Timur: Identitas Budaya yang Terjaga di Tengah Zaman

    Sabtu, Januari 17, 2026
    Pakaian Adat Jawa Timur: Identitas Budaya yang Terjaga di Tengah Zaman
  • 2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak

    Kamis, Januari 15, 2026
    2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak
  • PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak

    Rabu, Januari 14, 2026
    PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak
  • 10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan

    Sabtu, Maret 15, 2025
    10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live