Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • news

Kemeriahan Malam Tasyakuran HUT RI ke-80 di RT 009 RW 001 Kandangan, Benowo: Kebersamaan Warga dalam Semangat Kemerdekaan

Redaksi
Sabtu, Agustus 16, 2025
Semarak kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 terasa begitu nyata di lingkungan RT 009 RW 001, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya. Ratusan warga dari sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) kompak hadir memeriahkan Malam Tasyakuran 17 Agustus, Sabtu malam (16/8), dengan penuh suka cita.

Surabaya, RagamJatim.id
– Semarak kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 terasa begitu nyata di lingkungan RT 009 RW 001, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya. Ratusan warga dari sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) kompak hadir memeriahkan Malam Tasyakuran 17 Agustus, Sabtu malam (16/8), dengan penuh suka cita.

Kegiatan ini bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat persaudaraan antarwarga. Jalan kampung dihiasi bendera merah putih, lampu hias, dan gapura yang didesain meriah oleh pemuda Karang Taruna. Warga dari berbagai usia tumpah ruah sejak selepas salat Isya untuk mengikuti rangkaian acara yang digelar hingga larut malam.

Sambutan Pemuda: Harapan Generasi Penerus

Acara tasyakuran dibuka dengan sambutan Ketua Karang Taruna RT 009, Rizky Prasetyo, yang menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan. Ia mengajak pemuda untuk aktif berkontribusi membangun lingkungan.

Ketua RT Agus Suhari: Persatuan Kunci Keharmonisan

Selanjutnya, Agus Suhari selaku Ketua RT 009 menyampaikan sambutan di hadapan warga. Dengan suara lantang penuh semangat, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.

“Kita bisa membuktikan bahwa kebersamaan membuat lingkungan kita semakin kuat. Semangat gotong royong harus terus kita jaga agar anak-anak kita merasakan manfaatnya di masa depan,” tutur Agus Suhari.

Ia juga berterima kasih kepada panitia, Karang Taruna, serta seluruh warga yang telah berpartisipasi aktif mempersiapkan acara hingga berjalan lancar.

Pesan Wali Kota Surabaya

Acara berlanjut dengan pembacaan sambutan tertulis dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Dalam pesannya, Eri menekankan bahwa perayaan HUT RI adalah wujud rasa syukur sekaligus refleksi perjuangan bangsa.

“Mengisi Kemerdekaan adalah kerja yang tak pernah selesai, namun ikhtiar terus-menerus sebuah bangsa untuk kehidupan yang lebih baik,” demikian bunyi pesan Eri yang dibacakan dengan khidmat.

Kebersamaan dalam Nyanyian dan Doa

Suasana semakin khidmat ketika seluruh warga berdiri menyanyikan Indonesia Raya. Bendera merah putih dikibarkan dengan gagah, sementara suara warga bergema penuh semangat. Dilanjutkan dengan nyanyian lagu perjuangan “Maju Tak Gentar”, suasana menjadi penuh energi nasionalisme.

Momentum kebersamaan makin terasa saat teks Pancasila dibacakan dan diikuti seluruh warga dengan lantang. Nilai-nilai dasar bangsa kembali diteguhkan dalam hati setiap peserta.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Agus Shoim. Doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kesehatan seluruh warga, dan keberkahan lingkungan RT 009. Suasana hening sejenak, menambah kekhidmatan tasyakuran malam itu.

Simbol Syukur: Pemotongan Tumpeng

Salah satu momen yang paling ditunggu adalah pemotongan tumpeng oleh Wakil Ketua RT 009, Ridwan. Potongan pertama diserahkan kepada tokoh warga sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Makanan tumpeng dan hidangan lain kemudian dibagikan kepada seluruh warga.

Kehangatan terasa semakin nyata saat warga menikmati santapan bersama. Meja panjang penuh dengan aneka makanan hasil swadaya warga, mulai dari nasi tumpeng, jajanan tradisional, hingga minuman segar. Anak-anak tampak riang, sementara para orang tua saling bercengkerama, memperkuat silaturahmi yang sudah terjalin erat.

Ramah Tamah: Suasana Kampung yang Guyub

Acara ramah tamah menjadi bukti nyata betapa guyubnya warga RT 009. Gelak tawa terdengar di setiap sudut, anak-anak berlarian dengan bendera kecil, sementara para pemuda sibuk mengabadikan momen lewat kamera ponsel.

Bagi sebagian warga, acara ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat. “Kami merasa bahagia bisa berkumpul seperti ini. Rasanya jarang sekali bisa ngobrol santai dengan semua tetangga dalam suasana penuh kegembiraan,” ungkap salah satu warga yang hadir.

Puncak Acara: Renungan Malam Detik-Detik Proklamasi

Tepat pukul 23.30 WIB, seluruh warga RT 009 berkumpul kembali untuk mengikuti Renungan Malam Detik-Detik Proklamasi. suasana menjadi syahdu. Semua peserta hening, larut dalam momen mengenang perjuangan para pahlawan.

Renungan malam ini menjadi bagian paling emosional dari seluruh rangkaian acara. Warga diajak merenungkan betapa besar pengorbanan para pejuang demi kemerdekaan Indonesia. Suasana haru tampak dari beberapa orang tua, sementara anak-anak memperhatikan dengan serius, belajar memahami makna kemerdekaan.

“Renungan ini penting agar kita tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga merenungi perjuangan para pahlawan. Kita harus isi kemerdekaan dengan hal-hal positif,” ujar Agus Suhari menutup kegiatan tersebut.

Makna yang Lebih Dalam dari Tasyakuran

Bagi warga RT 009, malam tasyakuran 17 Agustus bukan sekadar perayaan rutin, melainkan juga manifestasi rasa syukur, kebersamaan, dan refleksi perjuangan bangsa. Melalui doa, nyanyian, dan renungan, warga belajar bahwa kemerdekaan adalah amanah yang harus dijaga.

Tradisi tasyakuran ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda. Dengan ikut serta dalam acara, anak-anak memahami bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja, melainkan hasil perjuangan para pahlawan.

Penutup: Semangat Kemerdekaan Tetap Hidup di RT 009

Kemeriahan Malam Tasyakuran HUT RI ke-80 di RT 009 RW 001 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan masih hidup dalam hati masyarakat. Dengan persatuan, gotong royong, dan rasa syukur, warga berharap tradisi ini terus dilestarikan setiap tahun.

Melalui tasyakuran yang penuh makna, warga RT 009 tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga meneguhkan tekad untuk menjaga persaudaraan dan membangun lingkungan yang lebih baik.
Tags:
  • news
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • Pakaian Adat Jawa Timur: Identitas Budaya yang Terjaga di Tengah Zaman

    Sabtu, Januari 17, 2026
    Pakaian Adat Jawa Timur: Identitas Budaya yang Terjaga di Tengah Zaman
  • 2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak

    Kamis, Januari 15, 2026
    2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak
  • PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak

    Rabu, Januari 14, 2026
    PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak
  • 10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan

    Sabtu, Maret 15, 2025
    10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live