Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • politik

DPRD Surabaya Soroti Lemahnya Komunikasi Revitalisasi Pasar Keputran Sisi Selatan

Redaksi
Selasa, Januari 20, 2026
Pedagang Pasar Keputran sisi selatan Surabaya mengeluhkan dampak pembangunan dan minimnya fasilitas pasar

Surabaya, Ragamjatim.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, menyoroti lemahnya kinerja Direktorat Pembinaan Pedagang yang dinilai tidak harmonis dalam membangun komunikasi dengan pedagang Pasar Keputran sisi selatan, khususnya terkait rencana pembangunan dan revitalisasi pasar.

Menurut Budi Leksono, dalam setiap pengambilan kebijakan strategis, direktorat terkait terkesan tidak melibatkan aspirasi pedagang, padahal mereka merupakan pihak yang paling terdampak dari kebijakan pembangunan maupun pembongkaran pasar.

DPRD Nilai Pedagang Tidak Dilibatkan

Budi Leksono menilai proses pengambilan keputusan yang berjalan selama ini cenderung sepihak. Sosialisasi kebijakan pasar dinilai tidak sejalan dengan realisasi di lapangan sehingga menurunkan kepercayaan pedagang.

“Direktur Pembinaan Pedagang ini sepertinya kurang harmonis. Dalam mengambil kebijakan tidak mempedulikan pedagang, termasuk rencana pembangunan dan revitalisasi Pasar Keputran sisi selatan,” ujar politisi yang akrab disapa Bulek, Senin (19/1/2026).

Pembangunan Pasar Dinilai Tanpa Perencanaan Matang

Ia menjelaskan, persoalan Pasar Keputran sisi selatan seharusnya dimulai dari perencanaan menyeluruh, mulai dari penyediaan Tempat Penampungan Sementara (TPS), instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga kejelasan tahapan pembangunan pasar.

Namun dalam praktiknya, pasar sudah terlanjur dibongkar tanpa kepastian lanjutan.

“Pasar sudah dibongkar, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan tender maupun pemenang kontraktor. Ini membuat pedagang terlantar dan kecewa,” tegasnya.

Pedagang Keluhkan Sepinya Pasar dan Minim Fasilitas

Keluhan juga disampaikan Afid, Koordinator Pedagang Pasar Keputran sisi selatan sekaligus Ketua Paguyuban Pedagang Unggas. Ia menegaskan bahwa pedagang tidak pernah meminta penertiban PKL sebagaimana isu yang berkembang.

“Kami tidak pernah minta PKL dibongkar. Pedagang justru seolah difitnah sebagai pihak yang mendorong penertiban,” ujarnya.

Menurut Afid, pedagang hanya berharap aturan ditegakkan secara konsisten dan fasilitas dasar dipenuhi agar aktivitas jual beli bisa berjalan normal.

Air Bersih Jadi Persoalan Mendesak

Selain sepinya pasar, minimnya fasilitas dasar menjadi persoalan serius, terutama ketersediaan air bersih yang sangat dibutuhkan pedagang unggas.

“Di sini enggak ada air. Kita terpaksa ngebor sendiri, itu pun tidak maksimal. Keran ada 12, dinyalakan tiga saja sudah mati satu,” ungkap Afid.

Ia berharap pemerintah kota dan pengelola pasar segera memberikan solusi konkret, mulai dari penataan pasar hingga pemenuhan fasilitas dasar.

“Harapan kami sederhana, aturan ditegakkan, fasilitas dibenahi, dan pedagang bisa berjualan dengan tenang,” pungkasnya. (*)
Tags:
  • politik
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • Ribuan Pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur Dijadwalkan Dikukuhkan di Jatim Expo

    Minggu, Februari 08, 2026
    Ribuan Pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur Dijadwalkan Dikukuhkan di Jatim Expo
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • Atap SDN 4 Pandan Wangi Rata dengan Tanah, Kanit Dikbud Jerowaru Gerak Cepat 10 Menit Pasca-Kejadian

    Minggu, Februari 08, 2026
    Atap SDN 4 Pandan Wangi Rata dengan Tanah, Kanit Dikbud Jerowaru Gerak Cepat 10 Menit Pasca-Kejadian
  • OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi

    Sabtu, Januari 31, 2026
    OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi
  • 7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi

    Sabtu, Juli 26, 2025
    7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live