Imam Syafii Yahya Pimpin Golkar Pamekasan, Bidik Lonjakan Kursi di Pemilu 2029
Surabaya, Ragamjatim.id – Imam Syafii Yahya resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pamekasan periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Timur, Selasa (20/1/2026).
Anggota DPRD dua periode berusia 45 tahun ini langsung memasang target ambisius, yakni meningkatkan perolehan kursi Golkar di Pamekasan pada pemilu mendatang sesuai amanah Ketua DPD Golkar Jatim, Ali Mufthi.
Target Kursi Golkar Pamekasan Digenjot
Imam Syafii menegaskan kesiapannya bekerja maksimal untuk menaikkan perolehan kursi DPRD Golkar Pamekasan dari tiga menjadi sembilan kursi. Menurutnya, target tersebut bukan sekadar angka, melainkan bentuk tanggung jawab kepemimpinan.
“Saya akan berjuang secara maksimal. Target ini adalah amanah yang harus diwujudkan melalui kerja kolektif seluruh kader,” tegasnya.
Konsolidasi Internal Jadi Kunci
Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks. Kompetisi di internal partai, kata dia, harus diubah menjadi kolaborasi sehat demi memperkuat soliditas organisasi.
Dengan sinergi seluruh kader dan pengurus, Imam Syafii optimistis Golkar Pamekasan mampu meningkatkan kepercayaan publik dan melangkah lebih maju.
Golkar Modern dan Ramah Generasi Muda
Ke depan, Golkar Pamekasan akan difokuskan pada modernisasi partai dan penguatan kaderisasi berkelanjutan. Struktur partai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan didorong lebih aktif, responsif, serta adaptif terhadap perubahan.
Imam Syafii menegaskan pentingnya merangkul pemilih milenial dan Gen Z tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur partai.
“Golkar harus hadir sebagai partai yang modern, terbuka, dan visioner, sekaligus tetap berakar pada nilai pengabdian kepada rakyat,” ujarnya.
Optimisme Menatap Agenda Politik
Dengan semangat kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas, Partai Golkar optimistis akan semakin kokoh dan konsisten hadir bersama masyarakat Kabupaten Pamekasan dalam setiap agenda politik ke depan. (*)
