Khofifah Tegaskan Desa Mandiri Berkelanjutan Fondasi Indonesia Maju 2045
Surabaya, Ragamjatim.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membangun Desa Mandiri Berkelanjutan sebagai fondasi utama mewujudkan Indonesia Maju 2045. Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional 2026, Kamis (15/1).
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pembangunan desa harus menyentuh aspek paling mendasar sekaligus berkelanjutan, karena desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional.
“Pembangunan desa harus menyentuh aspek yang paling mendasar dan berkelanjutan. Di Jawa Timur ini sudah terbentuk 4.716 desa mandiri, kami akan mendorong agar desa-desa mandiri ini juga akan menjadi desa berkelanjutan,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi.
Desa Mandiri Jadi Fondasi Indonesia Maju
Menurut Khofifah, desa mandiri dan berkelanjutan menjadi fondasi awal bagi terwujudnya Indonesia Maju. Desa yang mampu mengelola dan mengoptimalkan potensi serta sumber daya lokal akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat.
“Desa berkelanjutan akan mampu mengoptimalkan pemanfaatan potensi dan sumber daya yang ada di desa untuk meningkatkan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, ketika desa-desa mandiri mampu memaksimalkan sumber daya yang dimiliki, maka cita-cita Indonesia Maju akan tumbuh dari desa.
Jawa Timur Peringkat Pertama Desa Mandiri Nasional
Pernyataan tersebut sejalan dengan tema Hari Desa Nasional 2026, “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia.”
Berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Nomor 343 Tahun 2025 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa Tahun 2025, Jawa Timur menempati peringkat pertama nasional sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak, yakni 4.716 desa.
“Alhamdulillah, Jawa Timur berhasil menempati peringkat tertinggi sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak di Indonesia,” ucap Khofifah.
Secara nasional, tercatat 20.503 desa mandiri, 23.579 desa maju, 21.813 desa berkembang, 4.672 desa tertinggal, dan 4.694 desa sangat tertinggal. Dari jumlah tersebut, 23 persen desa mandiri nasional berada di Jawa Timur.
Dorong Desa Mandiri Naik Kelas Jadi Berkelanjutan
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa pembangunan desa berkelanjutan harus mencakup peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, pelayanan kesehatan yang memadai, serta pelestarian lingkungan.
“Banyaknya desa mandiri di Jatim akan didorong untuk menjadi desa berkelanjutan,” tegasnya.
Program Strategis Pemprov Jatim Perkuat Desa
Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Jawa Timur terus menggulirkan berbagai program strategis. Salah satunya Program Desa Berdaya yang telah berjalan sejak 2021 di 538 desa di 29 kabupaten/kota, termasuk Kota Batu.
“Program ini menjadi ikhtiar untuk menemukenali ikon-ikon desa yang potensial untuk dibranding secara ekonomi, sehingga desa memiliki kekhasan atau tematik tersendiri,” ungkap Khofifah.
Selain itu, Pemprov Jatim juga menjalankan Program Desa Wisata Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera (Dewi Cemara) yang telah diterapkan di 149 desa wisata, guna memperkecil kesenjangan desa dan kota melalui pariwisata berbasis masyarakat.
“Program-program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” katanya.
Desa Devisa Dorong Produk Lokal Tembus Ekspor
Tak hanya itu, Jawa Timur juga mengembangkan Program Desa Devisa untuk meningkatkan akses pasar ekspor bagi produk-produk lokal desa.
“Desa devisa ini bisa meningkatkan kinerja ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya pengrajin,” imbuhnya.
Berbagai program tersebut diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan dunia usaha dan perguruan tinggi guna melahirkan inovasi desa yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Momentum Hari Desa Nasional
Di momentum Hari Desa Nasional 2026, Gubernur Khofifah mengajak seluruh perangkat desa untuk memaksimalkan potensi wilayahnya serta memperkuat peran strategis pemerintah desa.
“Selamat Hari Desa Nasional. Mari bersama-sama membangun desa mandiri berkelanjutan, karena desa terdepan akan berkontribusi penuh untuk kemajuan Indonesia,” pungkasnya. (*)
