Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Indeks
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • pemerintah

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Keluarga Fondasi Negara Kuat dalam Seminar Natal Nasional 2025

Redaksi
Minggu, Januari 04, 2026
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan sambutan dalam Seminar Natal Nasional 2025 di Jakarta
Menag Nasaruddin Umar (tengah), menjadi Narasumber dalam Seminar Natal Nasional bersama Wakil Menteri Dikti Saintek Stella Christie (kanan)

Jakarta, Ragamjatim.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat dan negara yang kuat. Penegasan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Natal Nasional 2025 bertema “Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Metropolitan” yang digelar di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT), Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian Perayaan Natal Nasional 2025 yang dihadiri tokoh lintas agama, akademisi, dan pemangku kepentingan nasional.

Keluarga Lebih Dominan Dibahas dalam Kitab Suci Dibanding Negara

Menurut Menag, ajaran agama menempatkan keluarga sebagai inti kehidupan sosial. Ia menyebut baik dalam Al-Qur’an maupun Alkitab, pembahasan mengenai keluarga jauh lebih dominan dibandingkan konsep kenegaraan.

“Norma-norma tentang keluarga jauh lebih banyak dibahas dalam kitab suci dibandingkan norma tentang negara. Tidak mungkin ada negara yang ideal jika masyarakatnya berantakan, dan tidak mungkin ada masyarakat yang ideal jika keluarganya rapuh,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Keluarga Bukan Sekadar Ikatan Biologis

Menag menjelaskan bahwa keluarga tidak hanya dimaknai sebagai relasi biologis antara ayah, ibu, dan anak. Lebih dari itu, keluarga juga mencakup dimensi spiritual, sosial, dan intelektual.

“Anak itu bukan hanya anak biologis, tetapi juga anak spiritual, anak sosial, dan anak intelektual. Karena itu, siapa pun yang belum berkeluarga atau tidak memiliki anak biologis tidak perlu merasa kehilangan peran,” jelasnya.

Tingginya Angka Perceraian Picu Masalah Sosial Baru

Dalam paparannya, Menag menyoroti meningkatnya angka perceraian, khususnya di wilayah perkotaan. Ia menilai perceraian tidak hanya berdampak pada pasangan suami istri, tetapi juga melahirkan persoalan sosial yang lebih luas.

“Perceraian sering melahirkan kelompok miskin baru, terutama perempuan dan anak-anak. Banyak persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba, berakar dari keluarga yang tidak utuh secara emosional,” ungkapnya.

Ikatan Emosional Jadi Kunci Ketahanan Keluarga

Menag menekankan bahwa dukungan finansial saja tidak cukup untuk membangun keluarga yang kuat. Menurutnya, ikatan emosional dan kedekatan batin memiliki peran yang jauh lebih menentukan.

“Kita sering membiayai, memberi beasiswa, tetapi lupa membangun ikatan emosional. Padahal hubungan batin itulah yang menjaga ketahanan keluarga dan karakter generasi muda,” tegas Menag.

Nilai Luhur Antaragama Perkuat Kerukunan

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyoroti kesamaan nilai-nilai luhur antaragama, khususnya antara Islam dan Kristen. Ia mengajak umat beragama untuk tidak mempertajam perbedaan, melainkan memperkuat persamaan demi persatuan bangsa.

“Agama tidak pernah mengajarkan kebencian. Semakin dalam kita memahami kitab suci, semakin banyak persamaan yang kita temukan,” ujarnya.

Ujian Keluarga Bagian dari Proses Pendewasaan

Menag mengingatkan masyarakat agar tidak putus asa ketika menghadapi ujian dalam rumah tangga. Ia mencontohkan banyak tokoh besar dalam sejarah agama yang lahir dari keluarga dengan tantangan berat, termasuk keluarga orang tua tunggal.

“Ujian dalam keluarga adalah bagian dari proses pendewasaan. Setiap ujian selalu disertai peluang untuk naik kelas dalam kehidupan,” katanya.

Seminar Hadirkan Tokoh Lintas Sektor Nasional

Seminar Natal Nasional 2025 menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor, di antaranya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan James T. Riady, serta dihadiri Ketua Panitia Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait, pimpinan kementerian dan lembaga, serta tokoh masyarakat.

Menuju Perayaan Natal Nasional 2025

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Perayaan Natal Nasional 2025 yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Januari 2026.
Tags:
  • pemerintah
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak

    Rabu, Januari 14, 2026
    PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • KUHP Baru Bukan Sekadar Ganti Kitab, Tapi Ganti Cara Negara Menghukum

    Selasa, Januari 13, 2026
    KUHP Baru Bukan Sekadar Ganti Kitab, Tapi Ganti Cara Negara Menghukum
  • 2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak

    Kamis, Januari 15, 2026
    2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak
  • Dari Surabaya untuk Indonesia, PMI Tunjukkan Standar Kemanusiaan Kelas Dunia

    Kamis, Januari 15, 2026
    Dari Surabaya untuk Indonesia, PMI Tunjukkan Standar Kemanusiaan Kelas Dunia
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live