Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • sosial dan budaya

PMI Jatim dan DFAT Australia Perkuat Renkon Banjir Bengawan Solo

Redaksi
Kamis, Februari 12, 2026
Forum kolaboratif PMI Jatim, BPBD, dan DFAT Australia membahas rencana kontinjensi banjir Bengawan Solo.

Surabaya, Ragamjatim.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Jatim, BNPB, perwakilan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menggelar forum kolaboratif untuk memperkuat kesiapsiagaan dan penyusunan rencana kontinjensi (renkon) banjir Bengawan Solo.

Forum ini menjadi langkah strategis memperbarui dokumen renkon sekaligus mengintegrasikan pendekatan aksi antisipatif dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang semakin meningkat.

Dorong Masyarakat Tangguh dan Aksi Antisipatif

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jatim, Edy Purwinarto, menegaskan bahwa bencana merupakan risiko yang tidak bisa dihindari, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci utama.

“Kalau boleh kita menawar tentu jangan sampai terjadi bencana. Namun alam tidak bisa diajak berunding. BMKG sudah memberi banyak peringatan, hanya saja kita kadang lengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam sistem penanggulangan bencana, BPBD menjadi penanggung jawab utama di daerah, sementara PMI bergerak di bawah koordinasi BPBD. Karena itu, membangun masyarakat tangguh yang memahami sistem peringatan dini dinilai sangat penting agar warga mampu menyelamatkan diri sebelum dampak terburuk terjadi.

Program ini merupakan amanah PMI Pusat yang dijalankan bersama BPBD dengan dukungan Pemerintah Australia. Tidak hanya fokus pada tahap tanggap darurat, dukungan donor juga memperkuat aspek mitigasi dan pendanaan kebencanaan di Jawa Timur.

Officer Program Siap Siaga Jatim, Mambaus Suud, menyebut kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan pendekatan Anticipatory Action/Anticipatory Multi-Purpose Disaster (AA/AMPD) dalam renkon Bengawan Solo.

“Pendekatan ini memanfaatkan informasi peringatan dini untuk melakukan aksi sebelum bencana berdampak luas,” jelasnya.

Jatim Jadi Provinsi Prioritas

Program Manager DFAT Australia, Henry Pirade, menambahkan Jawa Timur menjadi salah satu dari empat provinsi prioritas selain Bali, NTT, dan NTB dalam penguatan sistem kebencanaan.

Sejak 2009, Australia dan Indonesia telah bekerja sama dalam memperkuat sistem manajemen bencana, termasuk melalui dua program Siap Siaga yang dikelola Palladium dan PMI.

“Kami melihat pendekatan antisipatif ini strategis di tengah meningkatnya risiko hidrometeorologi akibat perubahan iklim. Ini tidak hanya menyelamatkan jiwa, tetapi juga mengurangi kerugian ekonomi,” ujarnya.

DFAT juga menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam perencanaan, dengan memastikan perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas menjadi bagian utama dalam skema perlindungan.

Renkon Diperbarui, Lima Kabupaten Terdampak

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Dadang Ichwandi, menjelaskan bahwa renkon Bengawan Solo terakhir disusun pada 2018 dan kini tengah diperbarui.

Lima kabupaten yang masuk wilayah terdampak yakni Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik.

Renkon tersebut disusun berbasis skenario terburuk dengan asumsi dampak terpilah, pemetaan kebutuhan delapan klaster penanganan, serta identifikasi ketersediaan sumber daya lintas lembaga.

“Renkon adalah kesepakatan bersama agar saat tanggap darurat semua sudah tahu siapa berbuat apa,” tegasnya.

Melalui forum ini, seluruh pihak berkomitmen memperkuat sinergi agar dokumen renkon tidak hanya menjadi dokumen administratif, melainkan rencana operasi yang siap dijalankan demi mewujudkan Jawa Timur yang semakin tangguh menghadapi bencana. (*)
Tags:
  • sosial dan budaya
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Trending
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
  • Ribuan Pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur Dijadwalkan Dikukuhkan di Jatim Expo

    Minggu, Februari 08, 2026
  • Atap SDN 4 Pandan Wangi Rata dengan Tanah, Kanit Dikbud Jerowaru Gerak Cepat 10 Menit Pasca-Kejadian

    Minggu, Februari 08, 2026
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
  • OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi

    Sabtu, Januari 31, 2026
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live