4 Sifat Teman yang Harus Dijauhi
Ragamjatim.id - Semakin dewasa saya menyadari bahwa saya memiliki sedikit teman. Ketika melihat sosial media dari teman-teman saya, mereka memiliki banyak teman, mereka sering berkumpul , jalan-jalan, dan menghabiskan waktu bersama, lantas hal itu membuat saya mempertanyakan apa yang salah dari diri saya? Kenapa saya memiliki sedikit teman?
Lalu setelah lama merenung, saya menyadari bahwa saya sendirilah yang memilih untuk memperkecil lingkungan pertemanan karena saya membatasi dan menghindari berteman dengan orang yang tidak baik perilakunya.
Berikut sifat-sifat teman yang saya hindari:
1. Teman yang suka bergosip dan mengurus hidup orang lain.
Ada satu kata bijak yang menjadi pedoman hidup saya yaitu "Tidak ada yang melakukannya sekali". Ketika saya berkumpul lalu ada satu teman yang mulai membicarakan keburukan orang lain, saya langsung waspada karena saya yakin suatu saat saya akan dibicarakan juga. Lalu jangan pernah curhat masalah apapun sama teman yang suka bergosip, karena itu akan menjadi bahan gosip kedepannya.
2. Teman yang tidak bisa jaga rahasia dan curhatan kita
Ada satu hal yang membuat saya kecewa kepada teman-teman saya yaitu menyebarkan curhatan dan keluhan saya kepada orang lain. Karena bagi saya pribadi cerita keluh kesah cukup menjadi rahasia berdua dan bukan konsumsi orang banyak. Ketika saya mengetahui curhatan saya bocor, maka saya mulai berhenti bercerita dan perlahan menjauhinya. Alasannya sederhana, dia merusak kepercayaan yang sudah diberikan, membuat saya tidak nyaman, dan berpotensi menjadi pengkhianat di suatu saat nanti.
3. Teman yang suka menyuruh layaknya seorang bos, dan memanfaatkan kebaikan
Dalam pertemanan wajar untuk saling tolong menolong. Tapi ada teman yang bersikap layaknya seorang bos suka minta tolong ini itu padahal dia bisa melakukannya sendiri dengan mudah. Dia menjadikan kita sebagai asistennya untuk mengurusi keperluannya dan minta tolong setiap saat.
Kalau minta tolong dalam kondisi yang benar-benar membutuhkan saya dengan senang hati membantu, tapi kondisinya dia minta tolong karena malas untuk melakukannya. Untuk menghukum teman seperti ini, saya juga sering-sering minta tolong seperti ulahnya, hal ini membuat dia jengkel dan sadar diri.
4. Teman yang tidak ontime dan suka ngaret
Saya selalu menghargai waktu dan berusaha untuk selalu tepat waktu dalam acara dan kegiatan apapun. Saya pernah dibuat emosi dengan teman saya yang janji berangkat jam 8 pagi malah perginya sore hari, ada juga yang janji jam 10 pagi lalu ditunda jadi siang, lalu ditunda jadi sore dan ujungnya tidak jadi. Saya merasa dipermainkan, tidak dihargai, dan memutuskan untuk menjauh dari mereka.
Saya memang tidak gaul seperti orang lain yang punya banyak teman. Teman saya sedikit tapi benar-benar tulus. Saya lebih suka berteman dengan orang yang bisa diajak diskusi dan berbagi cerita kehidupan masing-masing daripada membicarakan keburukan orang lain. Saya menyadari bahwa sedikit teman yang tulus lebih baik daripada punya banyak teman tapi saling julid dan banyak drama.
Penulis: Fatimah Zahara

Posting Komentar