Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UPT Peternakan Batu Berkontribusi untuk PAD Jatim Rp 1 Miliar/tahun


Kota Batu
- Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT dan HMT) Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Tlekung, Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, diharapkan tidak berhenti pada populasi ternak tetapi juga diarahkan untuk memperkuat produktivitas, kualitas bibit, ketersediaan pakan, hingga nilai ekonomi yang dihasilkan.

Saat ini, UPT PT dan HMT Batu mengelola sekitar 130 ekor sapi yang terdiri dari 72 ekor sapi dewasa, 28 ekor sapi dara, dan 30 ekor pedet. Dari 72 ekor sapi dewasa, sebanyak 40 ekor merupakan sapi laktasi atau sapi yang sedang menghasilkan susu. Sementara 32 ekor lainnya merupakan sapi nonlaktasi.

Produktivitas sapi laktasi di UPT sendiri berada pada kisaran 25–30 liter susu per ekor per hari. Dengan 40 ekor sapi laktasi, produksi susu yang dihasilkan mencapai sekitar 600 liter per hari. “Produksi tersebut kemudian dipasarkan dan memberikan kontribusi terhadap PAD Provinsi Jawa Timur sekitar Rp 1 miliar per tahun,” ungkap Khofifah Indar Parawasan, Gubernur Jawa Timur pada Minggu lalu.

Khofifah berkesempatan melihat berbagai aktivitas peternakan, mulai dari pembibitan, pemuliabiakan, budidaya sapi perah, produksi susu, hingga pengembangan hijauan makanan ternak sebagai sumber utama pakan.

Khofifah mengatakan, pengelolaan UPT PT dan HMT Batu telah berjalan dengan baik dan menunjukkan produktivitas yang tinggi. "Mudah-mudahan kita bisa meluaskan dari 130 menjadi 200 ekor yang ada di UPT Kota Batu ini karena areanya cukup luas," harapnya.

Keberadaan UPT tersebut dinilai memiliki fungsi strategis karena tidak hanya menjadi pusat pembibitan dan pengembangan peternakan, tetapi juga menghasilkan produk yang memberikan nilai ekonomi bagi daerah.

Selain itu UPT ini juga menjadi tempat praktek siswa dan mahasiswa serta sarana penelitian bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan dari bernagai perguruan tinggi di Indonesia.

 "Saya merasa bahwa proses yang dilakukan cukup bagus. Kandangnya bersih dan produktivitasnya juga tinggi. Oleh karena itu, UPT ini juga sudah memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kepada Pemprov Jawa Timur," ujarnya.

Ia pun berharap kapasitas populasi sapi perah di UPT PT dan HMT Batu dapat terus ditingkatkan. Pengembangan populasi tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan kualitas bibit.

Selain itu, Khofifah menegaskan, pengembangan peternakan sapi perah juga harus ditopang dengan ketersediaan pakan yang memadai. Untuk itu, keberadaan lahan hijauan makanan ternak menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budidaya sapi perah.rumput gajah yang ditanam do area ini cukup luas.

Terlebih, UPT PT dan HMT Batu memiliki lahan sekitar 13 hektare, dengan sekitar 9,5 hektare di antaranya telah dimanfaatkan. Dari luasan tersebut, sekitar 2 hektare digunakan untuk bangunan, sedangkan sekitar 7 hektare dimanfaatkan sebagai lahan hijauan makanan ternak.

Untuk mendukung seluruh aktivitas tersebut, kawasan UPT PT dan HMT Batu dilengkapi sejumlah fasilitas, di antaranya gedung kantor, laboratorium susu, kamar susu, cooling room, serta kandang sapi perah dengan kapasitas sekitar 100 ekor sapi dewasa. (ko)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • UPT Peternakan Batu Berkontribusi untuk PAD Jatim Rp 1 Miliar/tahun
  • UPT Peternakan Batu Berkontribusi untuk PAD Jatim Rp 1 Miliar/tahun
  • UPT Peternakan Batu Berkontribusi untuk PAD Jatim Rp 1 Miliar/tahun
  • UPT Peternakan Batu Berkontribusi untuk PAD Jatim Rp 1 Miliar/tahun
  • UPT Peternakan Batu Berkontribusi untuk PAD Jatim Rp 1 Miliar/tahun
  • UPT Peternakan Batu Berkontribusi untuk PAD Jatim Rp 1 Miliar/tahun

Posting Komentar