Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ali Mufthi Sowan ke Kiai Ubaid, Rajut Kebersamaan

Pengasuh Ponpes Langitan Kyai Ubaidillah (kiri) dan Ketua Golkar Jatim Ali Mufthi

TUBAN – Politik tidak selalu harus berbicara tentang kekuasaan, kontestasi, atau perebutan pengaruh. Ada ruang lain yang tak kalah penting dalam kehidupan politik, yakni merawat silaturahmi, membangun persaudaraan, dan menjaga komunikasi dengan para ulama.

Pesan itulah yang mengemuka saat Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Golkar Jawa Timur sekaligus anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufthi, sowan ke Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Senin (19/10/2026) malam.

Kedatangan Ali Mufthi bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan sejumlah pengurus Golkar Jawa Timur disambut pengasuh Ponpes Langitan, KH Ubaidillah Faqih, yang akrab disapa Kiai Ubaid.

Bagi seorang politisi, sowan kepada kiai bukan sekadar kunjungan seremonial. Tradisi ini memiliki akar kuat dalam kehidupan masyarakat pesantren, tempat penghormatan kepada ulama menjadi bagian dari ikatan sosial dan spiritual. Di tengah dinamika politik yang kerap menempatkan perbedaan sebagai garis pemisah, silaturahmi menjadi jalan untuk menjaga hubungan tetap terbuka.

Ali Mufthi mengaku tersanjung dapat bertemu Kiai Ubaid di tengah kesibukan pengasuh Ponpes Langitan tersebut. Ia menegaskan, kunjungannya tidak membawa agenda politik maupun kepentingan tertentu.

“Tidak ada maksud tertentu. Kami hanya silaturahmi biasa. Pertemuan tadi juga tidak membahas masalah politik,” ungkap Ali Mufthi.

Pertemuan yang berlangsung kurang dari 30 menit itu berjalan dalam suasana akrab dan ditutup dengan doa bersama. Tidak ada pembicaraan politik yang disampaikan kepada publik. Namun, dalam tradisi pesantren, perjumpaan semacam ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda pertemuan.

Ukhuwah di Tengah Dinamika Politik

Dalam kehidupan berbangsa, ukhuwah atau persaudaraan merupakan modal sosial yang penting untuk menjaga masyarakat tetap terhubung di tengah perbedaan pandangan. Bagi kalangan politik, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kesediaan menjaga komunikasi, dan kemampuan menempatkan kepentingan bersama di atas sekat-sekat organisasi.

Sowan Ali Mufthi ke Langitan memperlihatkan ruang perjumpaan antara dunia politik dan pesantren. Keduanya memiliki peran berbeda, tetapi sama-sama berada dalam lingkungan masyarakat yang membutuhkan suasana damai, komunikasi yang sehat, dan persaudaraan yang terjaga.

Partai politik bergerak dalam ranah representasi dan pengambilan keputusan publik. Sementara pesantren memiliki tradisi pendidikan keagamaan sekaligus peran sosial yang kuat di tengah masyarakat. Hubungan yang terpelihara di antara keduanya dapat menjadi ruang dialog, selama tetap menghormati independensi masing-masing.

Karena itu, silaturahmi tidak harus selalu dimaknai sebagai isyarat dukungan politik atau penjajakan kepentingan tertentu. Tanpa bukti yang menunjukkan adanya agenda lain, pertemuan tersebut selayaknya dipahami sesuai keterangan yang disampaikan Ali Mufthi, yakni sebagai kunjungan persaudaraan.

Merawat Tradisi, Menjaga Persatuan

Ali Mufthi sendiri memiliki latar belakang pendidikan pesantren. Ia pernah menimba ilmu di Pondok Tebuireng, Jombang, yang diasuh KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (Ketum PBNU). Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya yang bersinggungan dengan tradisi pendidikan pesantren.

Dalam kultur pesantren, sowan kepada kiai merupakan bentuk penghormatan yang telah lama hidup dan diwariskan lintas generasi. Tradisi itu tidak selalu berkaitan dengan urusan politik. Ia juga menjadi sarana menjaga hubungan antarmanusia, menyambung persaudaraan, dan memelihara nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah masyarakat yang beragam, ukhuwah tidak berarti menghapus perbedaan. Persaudaraan justru diuji ketika perbedaan pilihan, pandangan, dan kepentingan hadir dalam kehidupan bersama. Di titik inilah silaturahmi menemukan relevansinya: membuka ruang perjumpaan tanpa harus menuntut keseragaman.

Kunjungan Ali Mufthi ke Ponpes Langitan pun menjadi pengingat bahwa politik tidak semata-mata dibangun melalui forum resmi, pidato, atau perundingan kepentingan. Ada nilai kemanusiaan yang perlu terus dirawat, yakni penghormatan kepada sesama dan kesediaan menjaga hubungan baik.

Sebab, dalam kehidupan berbangsa, persatuan tidak lahir hanya dari kesamaan pilihan politik. Persatuan tumbuh ketika perbedaan tidak memutus persaudaraan. Dan di tengah dinamika politik yang terus bergerak, ukhuwah tetap menjadi jembatan untuk menjaga kebersamaan. (*)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Ali Mufthi Sowan ke Kiai Ubaid, Rajut Kebersamaan
  • Ali Mufthi Sowan ke Kiai Ubaid, Rajut Kebersamaan
  • Ali Mufthi Sowan ke Kiai Ubaid, Rajut Kebersamaan
  • Ali Mufthi Sowan ke Kiai Ubaid, Rajut Kebersamaan
  • Ali Mufthi Sowan ke Kiai Ubaid, Rajut Kebersamaan
  • Ali Mufthi Sowan ke Kiai Ubaid, Rajut Kebersamaan

Posting Komentar