Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Perkuat Akses Pendidikan Anak Miskin
![]() |
| Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). |
MAKASSAR – Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sebanyak 44 ribu siswa telah mengikuti program Sekolah Rakyat yang kini tersebar di 182 titik di Indonesia. Program yang memasuki tahun pertama ini ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Capaian tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98 itu mengusung tema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita”.
Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah menjalankan amanat UUD 1945 sekaligus memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak yang mengalami keterbatasan ekonomi.
“Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Kalau bapaknya tukang becak, anaknya tidak perlu harus jadi tukang becak,” ujar Gus Ipul mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto.
Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat menerapkan sistem penjangkauan langsung tanpa pendaftaran reguler. Pendamping sosial mendatangi keluarga sasaran di 497 kabupaten/kota. Dari proses tersebut, Kemensos menemukan lebih dari 180 ribu anak usia sekolah telah bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.
Anak-anak yang dijangkau menjalani pemeriksaan kesehatan, pemulihan psikologis, matrikulasi, dan pemetaan bakat. Dari 11 ribu anak yang telah dipetakan, empat dari sepuluh anak diketahui memiliki potensi kuat di bidang sains dan teknologi.
Saat ini, terdapat 100 titik Sekolah Rakyat permanen, dengan 93 titik telah beroperasi dan tujuh lainnya masih dibangun. Selain itu, terdapat 82 Sekolah Rakyat rintisan. Program ini didukung hampir 5.000 guru, 7.000 wali asuh, dan lebih dari 2.000 wali asrama.
Dalam satu tahun, siswa Sekolah Rakyat mencatatkan 11 prestasi internasional, lebih dari 200 prestasi nasional, serta lebih dari 1.100 siswa berprestasi di bidang olahraga, seni, dan sains. Sebanyak 12 lulusan SMA juga telah memperoleh kepastian masa depan, yakni tujuh siswa diterima di perguruan tinggi dengan beasiswa penuh dan lima lainnya langsung bekerja.
Selain pendidikan, Kemensos menjalankan pemberdayaan keluarga melalui bantuan sosial, bedah rumah, bantuan modal usaha, dan rehabilitasi sosial bagi orang tua siswa. (adi/min)
Baca Juga:

Posting Komentar