Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • sejarah

Candi Badhut terletak di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

Redaksi
Jumat, Mei 24, 2024
Candi Badhut terletak di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

Ragamjatim.id - Candi Badhut terletak di Desa Karangbesuki, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Candi ini ditemukan pada tahun 1923 oleh pakar arkeologi. Diperkirakan candi ini dibangun jauh sebelum pemerintahan Airlangga, yaitu masa awal pembangunan candi – candi yang ada di Jawa Timur serta diduga merupakan candi tertua di Jawa Timur. 

Sebagian ahli purbakala mengatakan bahwa candi ini dibangun atas perintah dari Raja Kanjuruhan bernama Raja Gajayana. Pada Prasasti Dinoyo yang berangka tahun 682 saka atau 760 masehi yang ditemukan di Desa Merjosari, Malang menyebutkan bahwa pusat dari Kerajaan Kanjuruhan adalah daerah Dinoyo.

Prasasti Dinoyo kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Tulisan dalam prasasti ini menyebutkan bahwa masa keemasan Kerajaan Kanjuruhan adalah pada masa pemerintahan Raja Dewasimba dan putranya yang bernama Sang Liswa. 

Keduanya dalam memimpin kerajaan sangat adil dan bijaksana. Konon Raja Sang Liswa merupakan raja yang senang melucu atau dalam bahasa Jawa disebut mbadut, sehingga candi yang Sang Liswa bangun dinamakan Candi Badhut. Walaupun demikian hingga saat ini belum ditemukan bukti adanya hubungan dengan Raja Gajayana.

Candi ini memiliki ciri khas tersendiri dari candi – candi lain, yaitu pahatan kalamakara yang menghiasi pintu candi. Pada candi – candi di Jawa Timur uumnya kalamakara berbentuk utuh dengan rahang bawah, berbeda dengan yang lain, kalamakara pada Candi Badhut tidak memiliki rahang layaknya kalamakara yang ada pada candi – candi di Jawa Tengah. 

Selain itu tubuhnya yang tambun membuat candi ini lebih mirip dengan candi – candi yang ada di Jawa Tengah. Candi ini dianggap lebih mirip dengan Candi Dieng dalam segi relief yang simetris. Candi Badhut dipercaya sebagai candi beraliran syiwa meskipun hingga saat ini belum ditemukan arca Agastya yang ada di dalam candi.

Candi ini terbuat dari batu andesit dengan batur setinggi 2m dan dengan selasar selebar 1m yang mengelilingi tubuh candi. Pada bagian depan batur terdapat pahatan tulisan Jawa yang tidak jelas waktu pembuatannya. Pada sisi barat terdapat tangga untuk masuk ke ruang utama candi. Pada pengapit tangga masih terlihat sulur yang tidak utuh namun masih terlihat polanya yang mengelilingi sesosok yang meniup seruling. 

Terdapat bilik penampil sebelum memasuki ruangan di tubuh candi, bilik penampil itu sepanjang 1,5m dan terdapat kalamakara di atas pintu candi. Ruangan candi memiliki luas sekitar 5,53m x 3,67m dan terdapat arca lingga yoni yang menunjukkan bahwa daerah tersebut subur. Pada dinding ruangan terdapat relung kecil yang dulu merupakan tempat arca.

Dinding candi terdapat hiasan relief burung berkepala manusia serta peniup seruling. Selain itu pada keempat sisi candi juga terdapat relung yang berhiaskan bunga serta burung berkepala manusia. Pada sisi utara dinding luar terdapat arca Durga Mahisasuramardini yang terlihat rusak. 

Pada sisi selatan seharusnya terdapat arca Syiwa Guru serta bagian timur terdapat arca Ganesha. Namun keduanya sudah tidak ada ditempatnya.

Pemugaran candi ini dilakukan pada tahun 1925 sampai tahun 1926, namun sebagian sudah hilang atau belum dapat dikembalikan ke tempat asalnya seperti yang terlihat pada atap candi yang hanya pelipit di sepanjang tepi atas dinding yang masih tersisa. 

Sebelah kiri dan kanan halaman candi terdapat fondasi yang belum dipugar yang merupkan bagian candi yang belum bisa diidentifikasi.(*)
Tags:
  • sejarah
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi

    Sabtu, Januari 31, 2026
    OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang

    Kamis, Mei 01, 2025
    Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang
  • 7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi

    Sabtu, Juli 26, 2025
    7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi
  • Alat Musik Sasando terkenal di Dunia

    Sabtu, Oktober 12, 2024
    Alat Musik Sasando terkenal di Dunia
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live