Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • sejarah

Candi Jago Terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang

Redaksi
Jumat, Mei 24, 2024
Candi Jago Terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang

Ragamjatim.id - Candi Jago berlokasi di Jl. Wisnuwardhana, No. 51, Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Nama lain dari Candi Jago adalah Candi Tumpang karena letak dari Candi Jago berada di Desa Tumpang serta Candi Cungkup karena candi ini dianggap keramat oleh warga sekitar. Nama “Jago” diambil dari kata “jajagu” yang tercantum dalam Kitab Nagarakertagama pada pupuh 41 bait 4 baris ke 2, yang merupakan tempat pendharmaan dari Raja Wisnuwardhana dari Singasari yang wafat pada tahun 1.268 Masehi. 

Simak lebih lengkap artikel tentang Candi Hindu-Budha, Peninggalan Sejarah Terbesar dan Terkenal Di Indonesia di Ragamjatim

Candi Jago diperkirakan diresmikan pada 1280 Masehi dengan diadakannya upacara sradha.

Candi Jago berdenah persegi panjang dengan ukuran 24m x 14m dengan tinggi candi 10,5m. Candi ini menghadap ke arah barat dengan bahan baku candi adalah batu andesit. 

Candi ini memiliki keunikan tersendiri apabila dibandingkan dengan candi – candi lain. Keunikan tersebut terletak pada kaki candi yang terdiri dari tiga tingkat, terdapat delapan anak tangga di tingkat pertama, kemudian terdapat empat belas anak tangga di tingkat kedua, dan terakhir terdapat tujuh anak tangga di tingkat ketiga. Ada yang berpendapat bahwa atap dari candi ini terbuat dari kayu dan ijuk yang berbentuk meru layaknya pura yang ada di pulau Bali. 

Hal ini dibuktikan pada relief Parthayadnya (Mahabarata) yang terletak di teras kedua sebelah timur pada sisi tengah candi. 

Candi ini berdiri diatas semacam punden berundak dengan bentuk semakin ke atas semakin mengecil. Hal tersebut menunjukkan bahwa tempat ini merupakan tempat pemujaan arwah atau roh leluhur.

Relief yang terdapat di Candi Jago adalah relief Siwaistis dan Buddhistis yang menggambarkan agama Wisnuwardhana. Pada relief Buddhistis relief yang dipahatkan adalah relief cerita tantri/Pancatantra dan Kunjakarna. 

Dan relief Hinduistis pada candi ini adalah cerita Parthayadnya dan arjuna wiwaha dan relieh khrisna. Relief tantri menceritakan tentang cerita – cerita binatang, perjalanan Kunjakarna murid Buddha Wairocana ke neraka, tempat penyiksaan sahabat Purnawijaya. Setelah kembali ke dunia, Kunjakarna mengajak Purnawijaya belajar Buddha agar dosanya diampuni.

Pada relief Parthayadnya yang terdapat di tubuh teras II menceritakan kisah kalahnya Pandawa yang bermain dadu dan diusir ke hutan oleh Kurawa selama 15 tahun. Arjuna kemudian memisahkan diri dari Pandawa ke Gunung Indrakila. 

Pada teras III terdapat kelanjutan cerita dari cerita Parthayadnya dari proses bertapa Arjuna hingga Arjuna berburu bersama Dewa Siwa yang menyamar menjadi pemburu. Dan terakhir Arjuna diminta untuk membunuh Niwatawaca yang mengganggu kahyangan dan terakhir kawinnya Arjuna dengan Batari Supraba. 

Dulu di bilik candi terdapat arca Buddha Amogapasa serta empat pengawalnya, yaitu Sudhanakuma, Cyamatara, Hayagriwa dan Bhrekuti. Nama tersebut dipahatkan dengan huruf Nagari. 

Arca lain yang terdapat di atap serta relung Candi Jago yaitu arca Dyani Buddha Aksobya, arca Ratna Sambhawa, serta arca caktil istri dari Dyani Buddha yaitu Locana dan Pandurawasini. Pada Prasasti Majuri (1343M ) menyebutkan Candi Jago pernah dipugar dengan diperlebar serta diperindah pada masa kerajaan Majapahit sekitar periode 1343M.(*)
Tags:
  • sejarah
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • Pakaian Adat Jawa Timur: Identitas Budaya yang Terjaga di Tengah Zaman

    Sabtu, Januari 17, 2026
    Pakaian Adat Jawa Timur: Identitas Budaya yang Terjaga di Tengah Zaman
  • 2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak

    Kamis, Januari 15, 2026
    2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak
  • 10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan

    Sabtu, Maret 15, 2025
    10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan
  • PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak

    Rabu, Januari 14, 2026
    PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live