Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Indeks
  • e-Magazine
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Sejarah
  • Kosakata
  • Puisi
  • Music
  • Film
  • Kultur
  • Wisata
  • Tips
  • Opini
  • Coretan
  • Rilis
  • Beranda
  • Manfaat
  • Tips

Manfaat Rebusan Ubi ternyata bisa untuk Diet

Oleh Redaksi
Kamis, Oktober 03, 2024
Rebusan ubi

Ragamjatim.id - Bagi sebagian orang, kelebihan berat badan adalah masalah yang sangat serius. Sebab, hal ini bisa mempengaruhi gaya hidup dan dalam berpenampilan sehari-hari. Memiliki berat badan dan bentuk tubuh yang ideal adalah dambaan setiap orang. Terlebih kaum hawa, mereka lebih sensitif jika mendengar berat badan. Itu sebabnya, lebih banyak wanita daripada pria yang lebih mementingkan berat badan.

Dari mulai makanan, gaya hidup, jenis minuman pun tidak boleh sembarangan. Hal ini demi menjaga bentuk tubuh dan berat badan yang ideal tersebut. Makanan dan minuman yang sehat serta ditunjang dengan pola hidup yang sehat, tentu akan menjadi penentu kepemilikan berat badan dan bentuk tubuh yang diidamkan oleh para wanita.

Bagi mereka yang sedang dalam proses diet atau menurunkan berat badan, tentu saja mereka menginginkan yang instan dan cepat. Namun, kerap kali menuai jalan yang salah hingga akhirnya berakibat fatal pada kesehantannya. Menjawab hal tersebut, belum lama ini, ilmuwan dari Jepang menemukan cara instan menurunkan berat badan, yaitu dengan minum air rebusan ubi!

Protein sisa buangan dalam rebusan ubi itu berhasil menekan nafsu makan pada tikus. Para ahli dari Jepang itu percaya penemuan mereka ini dapat diterapkan pada manusia.

Para periset Jepang itu memberi makan dua kelompok tikus dengan pola makan kaya lemak. Satu kelompok diberi peptida ubi dengan kadar lebih tinggi. Peptida ini dihasilkan oleh protein pencernaan enzim dalam air selama proses perebusan.

Setelah 28 hari hewan-hewan itu ditimbang. Massa lever dan jaringan lemak mereka pun diukur. Kadar Kolesterol dan trigliserida serta leptin pun dihitung.

Para ahli dari National Agriculture and Food Research Organization, Tsukuba juga mengukur adiponektin yang mengukur sindrom metabolik. Peneliti menemukan, tikus yang diberi peptida ubi secara bermakna berat badannya lebih rendah. Ditemukan pula tikus memiliki kadar Kolesterol, trigliserida, leptin dan adiponektin lebih rendah.

Pemimpin penelitian, Dr Koji Ishiguro mengatakan,"Kita setiap saat membuang banyak air sisa rebusan ubi yang mengandung protein. Hipotesa kami, protein ini dapat memengaruhi berat badan, jaringan lemak dan faktor-faktor lain."

"Menemukan penggunaan alternatif protein ubi dalam bekas air rebusan bermanfaat baik bagi lingkungan dan industri serta berpotensi bagus untuk kesehatan," tambahnya.

Ia menyimpulkan,"Kami terkejut bahwa peptida ubi bisa mengurangi kadar molekul lemak pada tikus. Tampaknya zat itu terlibat dalam pengontrolan molekul penekan nafsu makan."

"Hasil penelitian ini sangat menjanjikan,, karena memberikan pilihan menggunakan sisa limbah daripada membuangnya. Kami berharap peptida ubi ini berguna bagi bahan pangan fungsional di masa depan," tambahnya.

Belum diketahui berapa banyak tikus-tikus itu diberi peptida ubi selama penelitian 28 hari. Namun penemuan ini dipercaya dapat diterapkan pada manusia berhubung tikus dan manusia secara biologis sama. Tetapi peneliti menegaskan dibutuhkan riset lebih jauh untuk menelusuri lebih jauh hasil penelitian ini.
Tags:
  • Manfaat
  • Tips
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Tag Popular
  • Flash News
  • Jawa Timur
  • Kultur
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Sejarah
  • Seni Budaya
  • Tips
Most popular
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • Wayangan HUT ke 61 Golkar Dihadiri Ribuan Masyarakat, Ali Mufthi Terkesima dan Haru

    Minggu, November 30, 2025
    Wayangan HUT ke 61 Golkar Dihadiri Ribuan Masyarakat,  Ali Mufthi Terkesima dan Haru
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • 15 Motif Batik Jawa Timur, Kenali ciri dan Filosofinya

    Rabu, Mei 15, 2024
    15 Motif Batik Jawa Timur, Kenali ciri dan Filosofinya
  • 10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya

    Jumat, Juli 25, 2025
    10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya
  • Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang

    Kamis, Mei 01, 2025
    Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang
  • Sanjaya vs Syailendra: Dua Dinasti Mataram Kuno yang Bertarung demi Ajaran dan Tahta

    Sabtu, Mei 31, 2025
    Sanjaya vs Syailendra: Dua Dinasti Mataram Kuno yang Bertarung demi Ajaran dan Tahta
Ragamjatim.id
Copyright © 2025 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live