Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • sosial dan budaya

Kujang, Salah Satu Senjata Tradisional Yang Memiliki Nilai Sakral dan Mistis

Redaksi
Rabu, Maret 19, 2025
Kujang, Salah Satu Senjata Tradisional Yang Memiliki Nilai Sakral dan Mistis

Ragamjatim.id
- Kujang merupakan salah satu senjata tradisional yang paling dikenal dari Jawa Barat. Senjata ini bahkan menjadi simbol Kota Bogor dengan adanya Tugu Kujang yang terletak tepat di sebelah Kebun Raya Bogor.

Kujang memiliki sejarah yang cukup panjang. Senjata ini diperkirakan telah ada sejak era Tarumanagara. Meskipun tidak pernah didokumentasikan dalam prasasti, berbagai situs bersejarah tampak menjadi saksi keberadaan Kujang, seperti situs megalitik Batu Kujang di Sukabumi, penemuan 'kudi' di kompleks candi Batujaya Karawang, relief candi Sukuh di Surakarta, dan lainnya.

Di tanah Pasundan, Kujang adalah senjata yang memiliki nilai sakral dan mistis. Senjata yang berkembang di tanah Pasundan ini berfungsi sebagai medium mistik, lambang status, jimat, atau piandel.

Pada masa Kerajaan Pajajaran sekitar tahun 1170, Kujang didesain oleh para Empu ternama seperti Mpu Windu Sarpo, Mercukunda, dan Ramayadi. Selain memenuhi kebutuhan ritual, Kujang juga melengkapi nilai-nilai budaya Sunda pada masa itu. Sistem, tatanan, dan pemikiran saat itu memicu pengembangan bentuk Kujang.

Pada waktu yang bersamaan, Kujang juga menjadi simbol status dan pangkat, penghormatan kepada pemimpin yang berkontribusi besar, serta nilai-nilai ajaran. Ajaran Sunda Wiwitan dan sistem pemerintahan juga memungkinkan rupa Kujang berkembang sebagai representasi pulau Jawa (Ku Jawa Hyang). Nama Kujang sendiri dipercaya berasal dari Ku Jawa Hyang.

Seorang ahli okultisme dan profesor metafisika asal Amerika, Alexander Lee, mengonfirmasi sebuah catatan masyarakat Sunda di masa lalu yang menyebutkan Prabu Kudo Lalean menemukan gambaran visual tentang bumi yang diinjaknya, yaitu Pulau Jawa.

Selanjutnya, Kudo Lalean meminta para ahli penerawang untuk meneliti bentuk Pulau Jawa (Ku Jawa Hyang) tersebut. Mandat itu kemudian diserahkan kepada Empu Windu Sarpo. Terawangannya menghasilkan bentuk pulau “Jawa Dwipa” atau Pulau Jawa.

Catatan lain diungkap oleh Sulaeman Anggapradja, yang meneliti kudi dan kujang. Ia menemukan beberapa naskah berbahasa Jawa kuno seperti berikut:

“Sebua kujang yang dikenal sebagai kujang kebesaran Prabu Wangi atau Sang Nata, berbentuk peta tanah Sunda, mencakup wilayah Jawa Tengah. Pada kujang tersebut tergambar Ujung Kulon, Teluk Banten, Pelabuhan Ratu, dan lain-lain,” demikian bunyi naskah tersebut.

Bentuk Pulau Jawa pada Kujang mencerminkan filosofi cita-cita Prabu Kudo Lalean, yaitu menyatukan kerajaan-kerajaan kecil pulau Jawa menjadi satu kerajaan yang dipimpin oleh Raja Padjajaran Makukuhan.

Sementara itu, tiga lubang pada Kujang melambangkan Trimurti atau tiga aspek Ketuhanan dari agama Hindu, kepercayaan yang dianut Kudo Lalean.

Saat pengaruh Islam menyebar di pulau Jawa, Kujang mengalami desain ulang menjadi mirip huruf Arab 'Syin'. Menurut jurnal Universitas Krisnadwipayana, 'Syin' pada Kujang adalah huruf pertama dalam ungkapan (kalimat) syahadat.

Tiga lubang yang melambangkan 'Trimurti' juga digantikan oleh lima lubang melambangkan lima pilar dalam rukun Islam. Pada masa ini, Kujang mencerminkan gabungan dua desain Prabu Kudo Lalean dan Prabu Kian Santang.(*)
Tags:
  • sosial dan budaya
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang

    Kamis, Mei 01, 2025
    Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang
  • Alat Musik Sasando terkenal di Dunia

    Sabtu, Oktober 12, 2024
    Alat Musik Sasando terkenal di Dunia
  • 10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya

    Jumat, Juli 25, 2025
    10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya
  • Khofifah Instruksikan Perbaikan Cepat Irigasi Rusak Akibat Banjir Situbondo

    Minggu, Januari 25, 2026
    Khofifah Instruksikan Perbaikan Cepat Irigasi Rusak Akibat Banjir Situbondo
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live