Cara Budidaya Tokek untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Persiapan hingga Panen
RagamJatim.id — Di tengah berkembangnya tren budidaya hewan eksotis, tokek menjadi salah satu komoditas yang menarik perhatian banyak kalangan. Selain karena keunikan bentuk dan suara khasnya, tokek juga dikenal memiliki nilai ekonomis tinggi, terutama untuk ekspor. Bagi pemula yang tertarik mencoba peruntungan di dunia budidaya tokek, berikut panduan lengkap yang bisa Anda jadikan acuan.
Pemilihan Indukan Tokek Berkualitas
Langkah pertama dalam budidaya tokek adalah memilih indukan yang sehat dan produktif. Tokek yang ideal untuk diternakkan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Ukuran tubuh minimal 35 cm (lebih disukai jika lebih besar)
- Gerakan lincah dan responsif
- Warna kulit cerah dan bersih dari luka
- Tidak cacat fisik
- Nafsu makan tinggi
Persiapan Kandang: Ukuran, Suhu, dan Kelembaban
Tokek adalah hewan reptil yang membutuhkan lingkungan stabil dan menyerupai habitat aslinya. Berikut beberapa hal penting dalam menyiapkan kandang tokek:
1. Ukuran Kandang:
- Untuk 1 pasang tokek: minimal 60x40x40 cm
- Terbuat dari kayu atau triplek dengan sirkulasi udara baik
- Gunakan kawat kasa untuk penutup bagian atas
- 25–30 derajat Celcius
- Hindari suhu terlalu dingin karena bisa membuat tokek tidak aktif
- 60–70%
- Gunakan semprotan air untuk menjaga kelembaban kandang secara berkala
Pakan Alami dan Tambahan Suplemen
Pakan yang baik adalah kunci kesehatan dan pertumbuhan tokek. Berikut beberapa pakan yang umum digunakan:
Tokek akan mulai berkembang biak setelah berusia 8–12 bulan. Proses perkawinan biasanya terjadi pada malam hari. Dalam satu musim, betina dapat menghasilkan 4–10 telur.
Telur tokek:
Tips agar Tokek Tidak Stres dan Mudah Berkembang Biak
Tokek termasuk hewan sensitif yang mudah stres jika lingkungan tidak mendukung. Berikut tips agar tokek tetap sehat dan cepat berkembang biak:
Budidaya tokek memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, terutama karena permintaan dari pasar Asia seperti Tiongkok, Korea, dan Vietnam. Tokek kering memiliki nilai jual tinggi, terutama yang berukuran lebih dari 40 cm.
Harga Tokek Kering:
- Jangkrik: sumber protein utama
- Ulat Hongkong: diberikan 2–3 kali seminggu
- Serangga kecil lain: seperti kecoa dubia atau belalang
- Suplemen kalsium (ditaburkan di atas jangkrik)
- Multivitamin khusus reptil (1–2 kali seminggu)
Tokek akan mulai berkembang biak setelah berusia 8–12 bulan. Proses perkawinan biasanya terjadi pada malam hari. Dalam satu musim, betina dapat menghasilkan 4–10 telur.
Telur tokek:
- Diletakkan di sudut kandang, menempel pada media keras
- Masa inkubasi 2–3 bulan
- Suhu dan kelembaban sangat berpengaruh terhadap tingkat penetasan
Tips agar Tokek Tidak Stres dan Mudah Berkembang Biak
Tokek termasuk hewan sensitif yang mudah stres jika lingkungan tidak mendukung. Berikut tips agar tokek tetap sehat dan cepat berkembang biak:
- Hindari suara bising di sekitar kandang
- Jangan terlalu sering dipegang
- Jaga kebersihan kandang secara berkala
- Jangan mencampur tokek dengan ukuran tubuh berbeda terlalu jauh
- Patuhi jadwal makan yang teratur (2x sehari)
Budidaya tokek memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, terutama karena permintaan dari pasar Asia seperti Tiongkok, Korea, dan Vietnam. Tokek kering memiliki nilai jual tinggi, terutama yang berukuran lebih dari 40 cm.
Harga Tokek Kering:
- Ukuran 30–35 cm: Rp200 ribu – Rp400 ribu per ekor
- Ukuran 40 cm ke atas: bisa mencapai jutaan rupiah
Kesimpulan
Budidaya tokek tidak sesulit yang dibayangkan jika dilakukan dengan kesabaran dan pengetahuan yang cukup. Dari pemilihan indukan, pengaturan kandang, pemberian pakan, hingga proses reproduksi, semua memerlukan ketelatenan. Meski penuh tantangan, usaha ini bisa menjadi peluang usaha alternatif yang menguntungkan, terutama di desa atau daerah yang tenang dan minim gangguan suara.
Jangan mudah tergiur dengan janji manis harga tokek selangit. Fokuslah pada proses budidaya yang benar dan beretika. Siapa tahu, dari kandang kecil di rumah, Anda bisa menjadi eksportir tokek kering berkualitas dunia.
Keyword SEO: budidaya tokek pemula, ternak tokek di rumah, cara merawat tokek, harga tokek kering, bisnis tokek rumahan, cara memelihara tokek untuk pemula
Artikel ini disusun oleh tim redaksi RagamJatim.id untuk mendukung literasi agribisnis eksotis di Indonesia. Dilarang menyalin ulang tanpa izin tertulis.
Jangan mudah tergiur dengan janji manis harga tokek selangit. Fokuslah pada proses budidaya yang benar dan beretika. Siapa tahu, dari kandang kecil di rumah, Anda bisa menjadi eksportir tokek kering berkualitas dunia.
Keyword SEO: budidaya tokek pemula, ternak tokek di rumah, cara merawat tokek, harga tokek kering, bisnis tokek rumahan, cara memelihara tokek untuk pemula
Artikel ini disusun oleh tim redaksi RagamJatim.id untuk mendukung literasi agribisnis eksotis di Indonesia. Dilarang menyalin ulang tanpa izin tertulis.