2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak
Lomba bertajuk “Lelono by Mantra” tersebut merupakan hasil kolaborasi Malang Trail Runners (Mantra) bersama Kusuma Agrowisata Batu, dan menjadi salah satu event trail run terbesar yang digelar di kawasan pegunungan Jawa Timur awal tahun ini.
Ivan Citra Wijaya selaku Race Director Lelono di Batu mengatakan, peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia. Selain dari Jawa Timur, para pelari juga berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga luar Pulau Jawa.
“Pesertanya dari berbagai daerah, bahkan ada yang dari luar Jawa,” ujar Ivan.
Diikuti Dokter Tirta dan Pelari Nasional
Menurut Ivan, ajang ini juga diikuti sejumlah nama yang sudah dikenal di dunia lari lintas alam maupun media sosial. Salah satunya pegiat media sosial dr Tirta yang telah memastikan keikutsertaannya.
“Dokter Tirta sudah menyatakan akan ikut serta. Ada juga pelari lintas alam nasional seperti Danny Chika,” ungkapnya.
Tak Kejar Hadiah, Utamakan Pengalaman
Ivan menegaskan, lomba ini tidak menitikberatkan pada hadiah uang tunai. Fokus utama penyelenggara adalah memberikan pengalaman bertanding, tantangan rute, serta manajemen lari yang matang bagi para peserta.
“Untuk lomba ini tidak ada hadiah uang. Targetnya pelari mendapatkan pengalaman bertanding, pengaturan rute, dan manajemen lari. Kalau hadiah podium biasanya ada dari sponsor,” jelasnya.
Lintasi Gunung Butak dan Air Terjun
Ajang Lelono by Mantra ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya digelar dengan lintasan ekstrem yang menantang. Selain medan berat, rute lomba juga akan melintasi Gunung Butak dengan ketinggian 2.868 meter di atas permukaan laut, yang berada di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar.
Lomba dibagi dalam empat kategori utama.
- Kategori 55 kilometer akan melintasi Gunung Butak serta dua air terjun, yakni Coban Rondo dan Coban Tengah.
- Kategori 30 kilometer juga melewati dua air terjun tersebut, namun tidak sampai ke puncak Gunung Butak.
- Kategori 16 kilometer disiapkan bagi pelari menengah.
- Sementara kategori 7 kilometer akan melintasi kawasan hutan pinus Bukit Seruk.
Selain kategori dewasa, panitia juga membuka kategori anak-anak usia 5–10 tahun dengan jarak tempuh 1 kilometer, sebagai upaya mengenalkan olahraga lari sejak dini. (red)
