Hujan Deras Kepung Surabaya, Puluhan Armada Damkar Dikerahkan Sedot Banjir
![]() |
| Sejumlah kawasan di Kota Surabaya dikepung banjir, akibat guyuran hujan sejak Minggu (4/1/2026) hingga malam. |
Surabaya, Ragamjatim.id - Sejumlah kawasan di Kota Surabaya dikepung banjir akibat guyuran hujan deras sejak Minggu (4/1/2026) hingga malam hari. Puluhan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya dikerahkan untuk menyedot genangan air di berbagai titik, dibantu armada dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
DPKP Kerahkan Armada dan Personel Secara Maksimal
Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan percepatan penanganan banjir dilakukan dengan mengerahkan kekuatan maksimal armada dan personel. Dari total 97 unit kendaraan yang dimiliki DPKP Surabaya, mulai dari roda dua hingga roda 16 dengan berbagai spesifikasi, sebanyak 30 unit memiliki kemampuan khusus untuk melakukan penyedotan genangan air.“Sejak pukul 16.00 WIB, petugas kami bergerak melakukan pantauan dan penyedotan genangan di sejumlah wilayah. Pergerakan armada bersifat dinamis, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan laporan masyarakat,” ujar Laksita Rini.
Sedikitnya 18 Titik Genangan Berhasil Ditangani
Hingga Minggu malam, DPKP Surabaya mencatat penyedotan genangan telah dilakukan di sedikitnya 18 lokasi. Di antaranya Jalan Raya Dukuh Kupang Baru, Rungkut Mejoyo Selatan, Simo Kalangan, Ketintang Telkom, Dukuh Kupang Timur, Tengger Kandangan, Jalan Gadung, kawasan Pandugo Baru depan RS EC, Ngagel Rejo, Simo Hilir dekat bozem, Tanjungsari dan Simorejosari, Teluk Betung, Tenggilis Mejoyo depan SMAN 14, Simo Gunung, Wisma Sejahtera Jambangan, hingga area RS Ewa Pangalila.Sejumlah titik tersebut dilaporkan telah berangsur surut setelah dilakukan penyedotan secara intensif oleh petugas.
Pantauan Dilakukan di Ruas Jalan dan Fasilitas Umum
Pantauan lanjutan juga dilakukan di berbagai ruas jalan dan fasilitas umum. Di antaranya Jalan Margorejo dengan genangan sekitar 10 sentimeter, RSIA Kendangsari dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 30 sentimeter, RS Ubaya, Jalan Purimas, kawasan Putat Jaya, Kupang Baru, Gayungsari Barat, hingga Simo Hilir yang sempat tergenang hingga sekitar 60 sentimeter.“Penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unit dari berbagai pos, termasuk Pos Kalirungkut, Gunung Anyar, Jambangan, Grudo, Pakis TVRI, Margomulyo, serta dukungan armada DLH dan peralatan darurat BPBD Surabaya,” terangnya.
Damkar Tangani Banjir dan Kebakaran Secara Bersamaan
Laksita Rini mengungkapkan, di tengah fokus penanganan banjir, petugas Damkar juga harus menangani lima hingga enam kejadian kebakaran yang terjadi hampir bersamaan di beberapa lokasi. Kondisi tersebut sempat menjadi tantangan tersendiri.“Meski beban tugas meningkat karena banjir dan kebakaran terjadi bersamaan, seluruh laporan tetap bisa tertangani. Pos-pos terdekat langsung bergerak sehingga tidak ada kejadian yang terabaikan,” tegasnya.
150 Personel Disiagakan, Pergerakan Dikendalikan CC 112
Untuk mendukung operasional, DPKP Surabaya mengerahkan sekitar 150 hingga 180 personel. Para petugas bekerja tanpa henti sejak sore hingga malam, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain setelah genangan dinyatakan surut.Seluruh pergerakan armada dari 23 pos pemadam kebakaran dikendalikan secara terpusat melalui Command Center (CC) 112.
“Mobil pemadam yang telah menuntaskan genangan di satu wilayah akan segera bergerak menuju lokasi lain yang masih belum surut,” jelasnya.
DLH Turunkan 23 Armada Tangki dan Tangani Pohon Tumbang
Sementara itu, Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan pihaknya turut menerjunkan puluhan armada untuk percepatan penyedotan banjir, sebanyak 23 tangki yang ditempatkan di berbagai wilayah.“Kami menurunkan puluhan armada untuk percepatan penyedotan banjir, total 23 tangki yang ditempatkan di berbagai wilayah agar titik genangan dapat dijangkau dengan cepat,” kata Dedik.
Selain penyedotan, DLH juga secara rutin melakukan perantingan dan penanganan pohon tumbang sebagai langkah antisipasi saat cuaca ekstrem.
“Kami rutin melakukan perantingan dan penanganan pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem. Prioritas kami adalah memastikan tidak ada potensi bahaya bagi masyarakat,” ujarnya.
DLH Tangani Delapan Kejadian Pohon Tumbang
Berdasarkan data DLH Surabaya, sepanjang Minggu sore hingga malam, petugas menangani sedikitnya delapan kejadian pohon tumbang dan sempalan. Di antaranya di depan Rusun Penjaringan Sari 4 akibat tumbangnya pohon tabebuya kuning berdiameter sekitar 30 sentimeter, di Jalan Diponegoro akibat sempalan pohon spathodea, di Jalan Tanjung Sadari samping Masjid Al Ikhlas akibat kerusakan pohon kupu-kupu, serta di Jalan Demak Utara depan Indomaret akibat tumbangnya pohon mahoni.DLH juga menangani kejadian di Jalan Raya Kutisari Indah dan Medokan Asri akibat tumbangnya pohon sono berdiameter sekitar 35 sentimeter, Jalan Pengenal akibat sempalan pohon asem londo, serta di Jalan Darmokali akibat tumbangnya pohon flamboyan berdiameter sekitar 50 sentimeter. (*)
