Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • sosial dan budaya

PMI Jatim Tinjau Luapan Sungai di Lamongan, Ribuan Rumah Warga Terdampak

Redaksi
Rabu, Januari 14, 2026
PMI Jawa Timur meninjau lokasi banjir akibat luapan sungai di Kabupaten Lamongan

Lamongan, Ragamjatim.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur bersama PMI Kabupaten Lamongan meninjau langsung sejumlah titik luapan air sungai yang menggenangi ribuan rumah penduduk, fasilitas pemerintah, tempat ibadah, serta sarana pendidikan di Lamongan, Selasa (13/1/2026).

Peninjauan dilakukan menyusul hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dan menyebabkan meluapnya sungai di sejumlah wilayah.

PMI Jatim Petakan Titik Luapan Sungai

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Jawa Timur, Edi Purwinarto, mengatakan pihaknya bersama Ketua PMI Kabupaten Lamongan Agus Suyanto turun langsung ke lokasi untuk memetakan titik-titik simpul luapan air sungai.

“Kami datang ke lokasi bencana ingin melihat langsung titik-titik simpul luapan air sungai menyusul hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Edi Purwinarto.

Luapan air sungai tercatat terjadi di beberapa kecamatan, di antaranya Karanggeneng, Karangbinangun, Glagah, dan Deket. Meski banjir merupakan peristiwa yang hampir terjadi setiap tahun, kali ini volumenya dinilai lebih besar akibat curah hujan yang sangat tinggi.

Tiga Faktor Penyebab Luapan Air Sungai

Edi menjelaskan, terdapat setidaknya tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap meluapnya air sungai di Lamongan. Pertama, kondisi wilayah yang merupakan dataran rendah. Kedua, kapasitas sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan. Ketiga, keberadaan enceng gondok yang menghambat kelancaran aliran air.

“Seperti di Rowo Glagah Desa Sidomulyo Kecamatan Deket, sungai berada di tengah permukiman. Ketika sungai tak mampu lagi menampung air hujan, luapan langsung menggenangi perkampungan,” ungkap Edi Purwinarto didampingi Ketua PMI Lamongan Agus Suyanto.

PMI Salurkan Bantuan Melalui PMI Lamongan

Dalam kesempatan tersebut, PMI Jawa Timur juga menyerahkan bantuan untuk masyarakat terdampak melalui PMI Kabupaten Lamongan. Bantuan tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada warga yang membutuhkan.

“Sengaja kami serahkan melalui PMI setempat, karena merekalah yang paling memahami kondisi masyarakat di lapangan,” tegas Edi.

Aliran Air dari Selatan Bertemu di Bengawan Jero

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Lamongan Agus Suyanto menjelaskan bahwa luapan air berasal dari wilayah selatan Lamongan. Air mengalir dari Kecamatan Kota, Kembangbahu, Mantup, Glagah, dan Kalitengah menuju wilayah utara, dengan titik temu di Bengawan Jero.

Di saat yang sama, tinggi muka air Bengawan Solo juga mengalami peningkatan, sehingga memperparah kondisi luapan air ke perkampungan warga.

25 Desa dan Hampir 1.000 KK Terdampak

PMI Kabupaten Lamongan mencatat sedikitnya 25 desa terdampak banjir dengan hampir 1.000 kepala keluarga (KK) terdampak. Meski demikian, sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing.

Pemerintah daerah bersama PMI dan BPBD Lamongan telah turun tangan memberikan bantuan kepada masyarakat, berupa sembako dan kebutuhan lainnya.

“Dulu sebelum jalan dicor kondisinya lebih parah. Sekarang memang lebih baik, tetapi volume hujan dalam beberapa hari terakhir sangat tinggi,” pungkas Agus Suyanto. (red)
Tags:
  • sosial dan budaya
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • Ribuan Pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur Dijadwalkan Dikukuhkan di Jatim Expo

    Minggu, Februari 08, 2026
    Ribuan Pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur Dijadwalkan Dikukuhkan di Jatim Expo
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • Atap SDN 4 Pandan Wangi Rata dengan Tanah, Kanit Dikbud Jerowaru Gerak Cepat 10 Menit Pasca-Kejadian

    Minggu, Februari 08, 2026
    Atap SDN 4 Pandan Wangi Rata dengan Tanah, Kanit Dikbud Jerowaru Gerak Cepat 10 Menit Pasca-Kejadian
  • OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi

    Sabtu, Januari 31, 2026
    OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi
  • 7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi

    Sabtu, Juli 26, 2025
    7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live