Sandiaga Uno: Indonesia Darurat Pengusaha Berkualitas
Surabaya, Ragamjatim.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI periode 2020–2024, Sandiaga Salahuddin Uno, menegaskan bahwa Indonesia tengah menghadapi darurat pengusaha, khususnya pengusaha berkualitas yang mampu menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Sandiaga dalam seminar bertajuk “Infonesia: Darurat Pengusaha” yang digelar di Hotel Namira, Surabaya, Sabtu (31/1/2026).
Pertumbuhan Ekonomi Tak Seiring Kualitas Lapangan Kerja
Menurut Sandiaga, meski ekonomi nasional terus menunjukkan pertumbuhan, sebagian besar pengusaha yang tumbuh berasal dari sektor informal. Akibatnya, lapangan kerja yang tercipta belum sepenuhnya berkualitas dan berdaya tahan jangka panjang.
“Kata kuncinya adalah kemandirian. Kita tidak kekurangan jumlah pengusaha, tapi yang masih kurang adalah pengusaha dengan pondasi kuat di sektor yang tepat, yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas,” ujarnya.
Tantangan Global dan Peluang Kolaborasi
Sandiaga juga menyoroti kondisi global yang tengah diliputi ketidakpastian, mulai dari perang tarif, konflik geopolitik, hingga kebijakan proteksionisme Amerika Serikat. Situasi ini, menurutnya, menuntut Indonesia untuk bersikap adaptif dan terbuka terhadap peluang kerja sama internasional.
“Indonesia tidak bisa memilih satu blok saja. Politik luar negeri kita bebas aktif. Selama kerja sama itu mendatangkan kemaslahatan sesuai Pasal 33 UUD 1945, maka harus dibuka,” tegasnya.
Ia menyebut negara-negara seperti China, India, dan sejumlah negara Eropa masih sangat terbuka untuk bekerja sama, tidak hanya dalam bentuk ekspor, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai basis relokasi industri.
UMKM Paling Rentan
Di sisi lain, Sandiaga mengingatkan bahwa pelaku UMKM dan usaha ultra mikro menjadi kelompok paling rentan dalam situasi ekonomi yang tidak seimbang. Tanpa pembenahan ekosistem, kesenjangan ekonomi dikhawatirkan akan semakin melebar.
“Yang besar akan semakin besar, sementara yang kecil semakin tertekan. Peran pemerintah sangat penting dalam memfasilitasi regulasi yang menjamin keberadaan dan keberlanjutan usaha kecil,” katanya.
Saat ini, jumlah UMKM di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 64 juta unit. Namun, kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja berkualitas dinilai masih rendah.
Dorong Pemanfaatan Teknologi dan AI
Untuk mendorong UMKM naik kelas, Sandiaga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, teknologi menjadi kunci agar pelaku usaha mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Ekonomi Kreatif Jadi Tulang Punggung
Sandiaga optimistis ekonomi kreatif akan menjadi tulang punggung baru perekonomian nasional pada 2026, seiring menurunnya ketergantungan pada sektor ekstraktif yang bernilai tambah rendah.
“Ekonomi kreatif telah menciptakan lebih dari 20 juta lapangan kerja di dunia. Ini sektor masa depan yang harus terus didorong,” ujarnya.
Tiga Kunci Hadapi 2026
Menutup paparannya, Sandiaga menekankan tiga kunci utama bagi pengusaha Indonesia dalam menghadapi tantangan 2026, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi lintas sektor.
“Tidak bisa lagi jalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk menghadirkan solusi dan memenangkan pasar,” pungkasnya. (*)
