Atap SDN 4 Pandan Wangi Rata dengan Tanah, Kanit Dikbud Jerowaru Gerak Cepat 10 Menit Pasca-Kejadian
![]() |
| Lalu Sri Gede Kadindi, S.Pd Meninjau Lokasi SDN 4 Pandan Wangi |
Lombok Timur, Ragamjatim.id – Musibah robohnya rangka atap bangunan sekolah kembali
terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Plafon dan rangka atap di SDN 4
Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, dilaporkan ambruk total pada Sabtu
(07/02/2026) pagi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut
berkat tindakan cepat pihak sekolah.
Kronologi
Kejadian: Suara "Krek" Jadi Peringatan
Peristiwa bermula saat kegiatan
belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung. Berdasarkan keterangan Kepala
Sekolah SDN 4 Pandan Wangi, M. Anwar, S.Pd, situasi mendadak tegang
ketika terdengar suara patahan kayu dari arah atap.
"Wali kelas mendengar suara
'krek' yang cukup keras dari atas. Laporan itu langsung diteruskan ke saya, dan
saat itu juga saya instruksikan seluruh siswa segera mengosongkan
ruangan," ujar M. Anwar di lokasi kejadian.
Hanya berselang beberapa menit
setelah siswa terakhir berhasil keluar, seluruh rangka atap langsung ambruk dan
menimpa bangku serta peralatan kelas dilaporkan
mengalami kerusakan berat dan kini tidak bisa digunakan.
Respon
Cepat Unit Dikbud Jerowaru
Mendapat informasi melalui pesan
singkat hanya 10 menit pasca-kejadian, Kanit Dikbud Kecamatan Jerowaru, Lalu
Sri Gede Kadindi, S.Pd, langsung bergerak cepat melakukan peninjauan
lapangan.
"Begitu dapat info di WhatsApp,
saya langsung kontak pengawas dan meluncur ke lokasi. Syukurlah, meski atap
rata dengan tanah, guru dan siswa semua dalam kondisi selamat," ungkap
Lalu Sri Gede Kadindi yang baru menjabat selama 6 bulan sebagai Kanit Dikbud
Jerowaru tersebut.
Langkah
Darurat dan Koordinasi Dinas
Menindaklanjuti kondisi ini, Lalu
Sri Gede Kadindi telah melakukan koordinasi intensif dengan jajaran pimpinan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur.
- Laporan Resmi:
Kanit telah menghubungi Kabid SD, Hasan, S.Pd, dan Kepala Dinas
Dikbud Lotim, M. Nurul Wathon, M.Pd.
- Rencana Peninjauan:
Dijadwalkan pada Senin (09/02/2026), Kadis dan Kabid SD akan turun
langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi teknis.
- Fasilitas Darurat:
Pihak Dikbud tengah berupaya menghubungi instansi terkait, termasuk BPBD,
untuk pengadaan tenda darurat agar proses belajar mengajar tetap bisa
berjalan.
Solusi
Sementara Melalui Musyawarah
Akibat insiden ini, puluhan siswa
dari kelas tiga terpaksa harus belajar di ruang terbuka. Sebagai langkah jangka
pendek, Kanit Dikbud meminta pihak sekolah segera berkomunikasi dengan elemen
masyarakat.
"Saya sudah minta Kepala
Sekolah segera bermusyawarah dengan Komite, tokoh agama, dan tokoh masyarakat
untuk mencari solusi belajar sementara secara swadaya, sembari menunggu bantuan
renovasi permanen dari pemerintah," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, area
kelas yang ambruk telah dipasang garis pengaman guna menghindari hal-hal yang
tidak diinginkan.(*)
