Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • news

Demo Buruh PT Pakerin di LPS Surabaya Picu Kemacetan, Dialog Jadi Harapan

Redaksi
Kamis, Februari 12, 2026
Ratusan buruh PT Pakerin menggelar aksi di depan Tunjungan Plaza Surabaya, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Surabaya, Ragamjatim.id – Kota Surabaya kembali menjadi panggung aspirasi. Ratusan buruh PT Pakerin menggelar aksi unjuk rasa di depan kawasan Tunjungan Plaza 5 dan 6, Embong Malang, Kamis (12/2/2026) sore. Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.45 WIB itu sempat memicu kemacetan di jantung kawasan bisnis kota.

Dari lima lajur jalan protokol yang tersedia, hanya dua lajur yang dapat dilalui kendaraan secara bergantian. Arus lalu lintas tersendat hingga kawasan Basuki Rahmat dan Tunjungan. Sejumlah pekerja perkantoran dan pengunjung pusat perbelanjaan terpaksa menunggu situasi kembali kondusif.

Dalam orasinya, massa yang membawa atribut FSPMI meminta perwakilan mereka diterima oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Koordinator lapangan sempat menginstruksikan agar tiap korlap membawa 10 orang untuk masuk ke lokasi pertemuan. Sebanyak 55 perwakilan akhirnya diterima pihak LPS di Pakuwon Tower untuk berdiskusi.

Setelah pertemuan berlangsung, massa berangsur menepi dan arus lalu lintas kembali normal tanpa insiden besar.

Pakuwon: Aspirasi Hak, Ketertiban Tetap Dijaga

Aksi berlangsung di kawasan milik PT Pakuwon Jati Tbk yang mencakup pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, dan perkantoran. Pengacara senior Pakuwon Jati Tbk, George Handiwiyanto, menyampaikan empati terhadap buruh dan menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional.

Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap mengedepankan dialog dan tidak mengganggu kepentingan publik.

“Dengan berdialog lebih efektif, karena apa yang dikeluhkan buruh bisa didengar langsung oleh pihak manajemen,” ujarnya.

Menurut George, aksi di jalan protokol padat kendaraan berpotensi mengganggu hak pengguna jalan dan pekerja di kawasan tersebut. Ia khawatir frekuensi aksi yang berulang dapat menimbulkan keresahan dan berdampak pada aktivitas ekonomi.

Dialog Jadi Solusi

Di balik kemacetan yang terjadi, terdapat tuntutan buruh yang ingin didengar. Di sisi lain, kepentingan masyarakat luas juga perlu dijaga. George berharap persoalan ketenagakerjaan ke depan lebih mengedepankan ruang dialog formal antara perwakilan buruh dan pihak terkait.

Aksi buruh PT Pakerin berakhir kondusif setelah perwakilan diterima berdiskusi. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa komunikasi terbuka dan empati menjadi kunci penyelesaian dinamika sosial di ruang publik yang strategis. (*)
Tags:
  • news
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Trending
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
  • Ribuan Pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur Dijadwalkan Dikukuhkan di Jatim Expo

    Minggu, Februari 08, 2026
  • Atap SDN 4 Pandan Wangi Rata dengan Tanah, Kanit Dikbud Jerowaru Gerak Cepat 10 Menit Pasca-Kejadian

    Minggu, Februari 08, 2026
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
  • OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi

    Sabtu, Januari 31, 2026
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live