Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • pemerintah

Kemenag Lepas 2.199 Dai ke Wilayah 3T dan Perbatasan Selama Ramadan 1447 H

Redaksi
Selasa, Februari 17, 2026
Pelepasan dilakukan secara hybrid dan dipusatkan di Jakarta, Senin (16/2/2026). Sejumlah pejabat hadir secara luring, di antaranya Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah, para Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag se-Indonesia

Jakarta, Ragamjatim.id – Kementerian Agama (Kemenag) melepas sebanyak 2.199 dai untuk bertugas di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta kawasan perbatasan di seluruh Indonesia selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H/2026 M.

Program Dai 3T ini bertujuan memperkuat kehidupan beragama sekaligus menjaga ketahanan sosial dan ideologi bangsa, khususnya di daerah yang menjadi garda terdepan NKRI.

Pelepasan dilakukan secara hybrid dan dipusatkan di Jakarta, Senin (16/2/2026). Sejumlah pejabat hadir secara luring, di antaranya Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah, para Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag se-Indonesia, Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP Amrullah, pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) KH Ahmad Sudrajat beserta jajaran, Kepala BPJS Kanwil Sumbar, Riau, dan Kepri Hengki Rosyidin, pimpinan LAZ, serta ormas mitra dakwah.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Muchlis M. Hanafi, menegaskan bahwa program Dai 3T merupakan kebijakan nasional dalam penguatan kehidupan beragama.

Menurutnya, kehadiran negara tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga lewat pembinaan ruhani dan moral masyarakat.

“Wilayah 3T dan perbatasan adalah beranda depan bangsa. Di sana ketahanan ideologi dan nasionalisme diuji. Pengiriman dai menjadi bagian penting dalam menjaga NKRI dari sisi sosial-keagamaan serta mencegah radikalisme dan konflik sosial,” ujarnya.

Program yang telah berjalan selama lima tahun ini merupakan kerja kolektif Kemenag bersama BAZNAS, LAZ, dan organisasi kemasyarakatan mitra dakwah. Para dai yang diterjunkan tidak hanya menjalankan fungsi dakwah, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan sosial, penguat literasi Al-Qur’an, pendidik karakter, serta penjaga harmoni antarumat beragama.

Selama 32 hari masa penugasan, para dai akan mendapatkan pendampingan, koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, serta dukungan logistik guna memastikan program berjalan efektif.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan keagamaan hingga ke wilayah terluar Indonesia melalui pendekatan yang moderat, inklusif, dan berkelanjutan.(*)
Tags:
  • pemerintah
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Trending
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
  • Ribuan Pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur Dijadwalkan Dikukuhkan di Jatim Expo

    Minggu, Februari 08, 2026
  • 7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi

    Sabtu, Juli 26, 2025
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live