Khofifah dan Menhub Matangkan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 di Surabaya
Surabaya, Ragamjatim.id – Menjelang musim mudik yang selalu berdenyut seperti nadi besar Nusantara, Khofifah Indar Parawansa bersama Dudy Purwagandhi menggelar rapat kesiapan menghadapi Angkutan Lebaran 2026 di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/2/2026).
Ruang rapat Grahadi sore itu bukan sekadar tempat duduk dan mikrofon. Ia menjadi pusat komando, tempat peta jalur mudik dibentangkan, titik rawan dipasangi tanda, dan skenario disusun seperti partitur besar arus manusia yang akan bergerak serentak.
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan, Forkopimda Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Afianto, Pangkoarmada II, Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono, Dirlantas Polda Jatim, OPD Pemprov Jatim, serta para Kepala UPT Dishub.
Jawa Timur: Episentrum Mobilitas Saat Lebaran
Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan mobilitas tertinggi selama arus mudik dan balik. Jalur daratnya padat, pelabuhannya sibuk, stasiun dan bandara berdetak tanpa henti.
“Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Pemprov Jatim telah memetakan titik-titik rawan kepadatan, mulai jalur arteri dan tol, terminal tipe A, stasiun, bandara, hingga pelabuhan penyeberangan.
Salah satu perhatian khusus tertuju pada Pelabuhan Ketapang yang terhubung dengan Pelabuhan Gilimanuk. Momentum Lebaran 2026 beririsan dengan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Penyeberangan akan ditutup sementara saat Nyepi, sehingga skema pengaturan arus kendaraan harus presisi agar tidak terjadi penumpukan panjang.
Ramp Check dan Tambahan Armada
Dari sisi pemerintah pusat, Dudy menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan telah menyiapkan langkah antisipatif nasional. Ramp check atau inspeksi keselamatan dilakukan terhadap bus, kapal laut, kereta api, hingga pesawat udara.
Setiap armada diperiksa seperti jantung yang akan memompa perjalanan jutaan orang. Laik operasi bukan sekadar formalitas, tetapi pagar pertama keselamatan.
Dalam rapat juga dibahas:
- Penambahan kapal penyeberangan
- Penanganan pasar tumpah di jalur mudik
- Perlintasan kereta api tanpa penjagaan
- Penguatan manajemen dan rekayasa lalu lintas
Sistem one way dan contra flow akan diterapkan menyesuaikan evaluasi kepadatan di lapangan. Jalan raya akan diperlakukan layaknya sungai besar yang arusnya diarahkan agar tidak saling bertabrakan.
Pembatasan Angkutan Barang
Pemerintah menetapkan pembatasan operasional angkutan barang mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan sudah diantisipasi pelaku usaha sejak dini.
Truk yang tetap diizinkan beroperasi hanya yang mengangkut bahan pokok dan bahan bakar minyak. Tujuannya jelas: memberi ruang lebih luas bagi kendaraan pemudik tanpa mengganggu distribusi kebutuhan vital.
Imbauan untuk Masyarakat
Di akhir rapat, Khofifah mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan layanan informasi resmi pemerintah. Mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan emosional menuju rumah dan keluarga.
Dengan koordinasi lintas sektor yang diperkuat, tambahan armada, inspeksi keselamatan, serta rekayasa lalu lintas yang adaptif, Jawa Timur bersiap menjadi tuan rumah arus mudik yang aman, tertib, dan lancar.
Lebaran selalu membawa cerita. Tahun 2026, pemerintah ingin memastikan ceritanya penuh senyum, bukan kemacetan.(*)

Posting Komentar