Lama Terhenti Pasca-Suksesi Pemerintahan, Baznas Akhirnya Verifikasi Bantuan Konsumtif LKSA di Lombok Timur
![]() |
| Tim Verifikasi Baznas Visitasi Ke salah Satu LKSA di Lombok Timur, Terkait Konsumtif |
Salah satu lembaga yang baru saja menerima kunjungan validasi adalah LKSA Nurul Muttaqin. Bagi lembaga berbasis pondok pesantren yang telah berdiri sejak tahun 2006 ini, kehadiran tim verifikasi merupakan titik terang setelah sekian lama berjuang mandiri tanpa kepastian dukungan pemerintah. Kunjungan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut keberlanjutan hidup ratusan anak yatim dan piatu yang bergantung sepenuhnya pada dapur panti.
Urgensi bantuan ini sangat dirasakan oleh panti yang menerapkan sistem asrama. Berbeda dengan anak asuh di luar panti, anak-anak yang menetap di dalam asrama menggantungkan seluruh kebutuhan konsumsi mereka selama 24 jam kepada pengelola. Selama ini, dukungan dana konsumtif senilai Rp2.000 per anak setiap harinya menjadi penopang utama operasional dapur. Meski nilainya terlihat sederhana, bagi pengelola panti, dana tersebut adalah jaminan bahwa kebutuhan dasar pangan anak-anak asuh tidak terhenti.
Pihak lembaga menekankan bahwa pergantian struktur pejabat pemerintahan seharusnya tidak menjadi penghambat bagi alur kemanusiaan. Harapan besar kini tertumpu pada Baznas agar proses validasi yang dilakukan oleh tim LKKS maupun tim internal Baznas segera diikuti dengan konfirmasi resmi dan realisasi bantuan.
LKSA Nurul Muttaqin hanyalah satu dari lebih dari 90 LKSA di Lombok Timur yang memiliki nasib serupa. Hingga saat ini, para pengelola panti asrama masih menanti langkah taktis pemerintah untuk memberikan kepastian bagi lembaga-lembaga yang menanggung beban hidup anak asuh secara penuh di dalam panti.
Validasi ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan Baznas untuk kembali menempatkan kesejahteraan anak yatim sebagai prioritas utama. Publik kini menunggu tindakan nyata agar perjuangan panjang lembaga-lembaga sosial di Lombok Timur dalam mengasuh generasi penerus bangsa tidak terhenti akibat macetnya birokrasi dan dukungan dana konsumtif.(red)
