Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026
Jakarta, Ragamjatim.id - Pemerintah menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan usai pelaksanaan sidang isbat yang digelar Kementerian Agama bersama sejumlah ormas Islam, pakar astronomi, serta perwakilan lembaga terkait di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa malam (17/2/2026).
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penetapan awal Ramadan dilakukan berdasarkan hasil rukyatul hilal yang dipadukan dengan metode hisab. Menurutnya, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara pendekatan ilmiah dan kaidah syariat dalam menentukan awal bulan hijriah.
“Berdasarkan laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia serta data hisab yang telah diverifikasi, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers usai sidang isbat.
Ia menambahkan, pemerintah berharap keputusan ini dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Tanah Air dalam memulai ibadah puasa secara serentak. Menurutnya, perbedaan dalam penentuan awal bulan hijriah merupakan bagian dari dinamika ijtihad yang harus disikapi dengan saling menghormati.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, mengapresiasi proses sidang isbat yang berjalan secara transparan dan melibatkan berbagai unsur. Ia menilai, keputusan pemerintah sudah melalui pertimbangan matang, baik secara fikih maupun astronomi.
“Kita mengedepankan prinsip musyawarah dan kebersamaan. Perbedaan metode adalah khazanah keilmuan dalam Islam, namun persatuan umat tetap menjadi prioritas,” ujar Anwar Iskandar.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyambut Ramadan dengan memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga toleransi, serta meningkatkan kepedulian sosial. Menurutnya, Ramadan bukan hanya momentum ibadah individual, tetapi juga sarana memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman.
Dengan penetapan ini, umat Islam di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan penuh kesiapan, baik secara spiritual maupun sosial, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum mempererat persatuan bangsa.(*)
