Khofifah Ajak Cucu Kunjungi Pasar Bandeng Gresik, Kenalkan Tradisi Sejak Dini
Gresik, Ragamjatim.id – Di tengah hangatnya suasana Ramadan menjelang Idul Fitri, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghabiskan waktu istimewa bersama cucu pertamanya, Aisyah Nabila atau yang akrab disapa Aila, Rabu (18/3).
Dalam momen tersebut, Khofifah mengajak Aila mengunjungi Pasar Bandeng di Gresik, sebuah tradisi yang telah hidup sejak masa Sunan Giri dan selalu ramai menjelang Lebaran.
Bagi Khofifah, kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan. Ia ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini kepada sang cucu.
Mengenalkan Tradisi Lokal Sejak Kecil
Di pasar tersebut, Aila diajak melihat langsung ikan bandeng berukuran besar yang dikenal sebagai bandeng kawak. Ikan-ikan raksasa ini merupakan hasil budidaya para petambak dari wilayah Mengare, Gresik.
“Saya hampir setiap tahun ke sini. Dan kali ini saya ajak Aila supaya dia bisa melihat langsung tradisi ini,” ujar Khofifah.
Menurutnya, mengenalkan tradisi lokal sejak usia dini menjadi langkah penting agar generasi muda memahami budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Dengan datang langsung ke pasar tradisional, anak-anak bisa melihat dinamika kehidupan sosial, memahami proses ekonomi masyarakat, sekaligus belajar menghargai budaya lokal.
Pasar Bandeng Jadi Warisan Budaya Gresik
Pasar Bandeng Gresik bukan hanya tempat jual beli ikan, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang kebersamaan, kerja keras, dan kearifan lokal.
Tradisi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Gresik.
Khofifah menegaskan bahwa menjaga tradisi seperti ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga generasi muda.
“Ini adalah warisan budaya yang harus terus dijaga,” tuturnya.
Bandeng Kawak Bernilai Ekonomi Tinggi
Selain sarat nilai budaya, Pasar Bandeng juga memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ikan bandeng yang dijual di pasar ini bukan ikan biasa. Ukurannya bisa mencapai 4 hingga 5 kilogram dan membutuhkan waktu hingga empat tahun untuk dibesarkan di tambak.
“Itu artinya ada proses panjang dan kerja keras di balik setiap ikan yang kita lihat. Kita harus menghargainya,” kata Khofifah.
Bandeng Dibeli untuk Lomba Masak di Grahadi
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga membeli cukup banyak ikan bandeng.
Ikan-ikan tersebut nantinya akan digunakan dalam lomba memasak yang melibatkan Perangkat Daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Acara tahunan yang kini memasuki tahun ke-6 itu akan digelar di Gedung Negara Grahadi.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan qiyamul lail pada pukul 01.00 WIB, dilanjutkan lomba memasak pukul 02.00 WIB, dan ditutup dengan sahur bersama dari hasil masakan peserta.
“Memang belanjanya agak banyak, karena untuk lomba masak di Grahadi. Ini sudah yang keenam kalinya kita selenggarakan,” pungkas Khofifah. (*)

Posting Komentar