Menjelajah Alas Purwo Banyuwangi, Hutan Purba Jawa yang Sarat Mitos dan Keindahan Alam
![]() |
| Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi |
Banyuwangi, Ragamjatim.id – Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur, kerap disebut sebagai salah satu hutan tertua di Pulau Jawa. Meski klaim tersebut belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah, kawasan ini memang memiliki sejarah panjang serta kekayaan alam yang luar biasa.
Alas Purwo bahkan sering dijuluki sebagai “hutan purba”. Nama Alas Purwo sendiri secara harfiah berarti “hutan permulaan”, yang dalam berbagai cerita rakyat sering dikaitkan dengan mitos awal mula terbentuknya Pulau Jawa.
Kawasan ini sudah ditetapkan sebagai cagar alam sejak tahun 1920 pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Seiring waktu, statusnya terus berkembang hingga akhirnya ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1992.
Ekosistem Lengkap di Ujung Timur Jawa
Taman Nasional Alas Purwo memiliki luas sekitar 43.420 hektare dan mencakup berbagai jenis ekosistem alam. Mulai dari hutan hujan tropis, savana, mangrove, hingga kawasan pantai yang masih terjaga keasriannya.
Keragaman ekosistem tersebut menjadikan Alas Purwo sebagai habitat bagi berbagai flora dan fauna langka. Di kawasan ini hidup banteng Jawa, penyu hijau, serta ratusan jenis burung yang dilindungi.
Secara administratif, Taman Nasional Alas Purwo berada di wilayah Kutorejo, Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Selain banteng Jawa, kawasan ini juga menjadi rumah bagi satwa lain seperti rusa, kijang, babi hutan, lutung, serta lebih dari 200 spesies burung.
Savana Sadengan, Tempat Berkumpulnya Satwa Liar
Salah satu lokasi yang paling terkenal di dalam kawasan taman nasional ini adalah Savana Sadengan. Padang rumput luas ini berfungsi sebagai area penggembalaan alami bagi berbagai satwa liar.
Pengunjung sering dapat melihat banteng Jawa, rusa, hingga burung merak hijau berkeliaran di area sabana tersebut.
Selain itu terdapat pula berbagai jenis burung yang dilindungi seperti elang ular bido, elang laut perut putih, ayam hutan merah, jalak putih, hingga bangau sendang lawe.
Keanekaragaman satwa tersebut menjadikan Savana Sadengan sebagai salah satu titik favorit wisatawan untuk mengamati kehidupan satwa liar secara langsung.
Pantai Plengkung, Surga Peselancar Dunia
Selain hutan dan sabana, Taman Nasional Alas Purwo juga memiliki kawasan pantai yang terkenal hingga mancanegara.
Pantai Plengkung atau yang lebih dikenal dengan sebutan G-Land merupakan salah satu destinasi selancar terbaik di dunia. Ombaknya yang tinggi dan konsisten membuat pantai ini menjadi tujuan favorit para peselancar internasional.
Di kawasan lain terdapat pula Pantai Triangulasi yang menawarkan suasana alam yang tenang dengan hamparan pasir bersih serta pemandangan laut yang memukau.
Tak jarang rusa-rusa dari dalam hutan terlihat mendekati area pantai, menambah kesan alami dan liar di kawasan tersebut.
Nuansa Spiritual dan Cerita Mistis
Selain dikenal karena keindahan alamnya, Alas Purwo juga memiliki nuansa spiritual yang kuat. Di dalam kawasan ini terdapat situs suci Pura Luhur Giri Salaka yang masih digunakan untuk kegiatan keagamaan umat Hindu.
Setiap 210 hari sekali, umat Hindu melaksanakan upacara keagamaan Pagerwesi di pura tersebut.
Terdapat pula Situs Kawitan yang dipercaya sebagai peninggalan masa Kerajaan Majapahit. Situs ini ditemukan secara tidak sengaja pada sekitar tahun 1960-an.
Dalam kepercayaan masyarakat sekitar, kawasan Alas Purwo juga dikaitkan dengan berbagai cerita mistis. Salah satu yang paling terkenal adalah Gua Istana, yang dipercaya sebagai tempat ritual untuk bertemu dengan penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul.
Keindahan Alam di Balik Cerita Mistis
Meski dikenal dengan berbagai cerita mistis, Taman Nasional Alas Purwo sebenarnya menyimpan panorama alam yang sangat memukau.
Perjalanan menuju kawasan taman nasional akan disambut oleh deretan pepohonan tinggi di sepanjang jalan. Hutan jati yang rimbun serta vegetasi tropis menciptakan suasana alami yang masih sangat terjaga.
Bagi pecinta alam, kawasan ini menawarkan pengalaman menjelajah hutan, mengamati satwa liar, hingga menikmati keindahan pantai yang masih alami.
Alas Purwo bukan hanya sekadar destinasi wisata alam, tetapi juga kawasan konservasi penting yang menjaga kelestarian flora dan fauna di ujung timur Pulau Jawa.(red)

Posting Komentar