Ikan Sapu-Sapu Dimusnahkan Massal, Aman atau Berbahaya Jika Dikonsumsi? Ini Penjelasan Ahli
Surabaya, Ragamjatim.id - Aksi pemusnahan ikan sapu-sapu sempat menjadi sorotan publik setelah sejumlah daerah ramai-ramai menangkap dan membuang ikan ini dari sungai. Video dan foto penumpukan ikan yang dikenal sebagai “pembersih alami” itu pun viral di media sosial, memicu beragam pertanyaan: apakah ikan sapu-sapu sebenarnya berbahaya, dan bisakah dikonsumsi?
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ikan sapu-sapu, yang secara ilmiah dikenal sebagai Pterygoplichthys pardalis, merupakan spesies invasif yang berkembang pesat di berbagai perairan Indonesia. Kemampuannya bertahan hidup di lingkungan ekstrem membuat populasinya sulit dikendalikan, bahkan kerap menggeser keberadaan ikan lokal.
Pemusnahan untuk Lindungi Ekosistem
Sejumlah pemerintah daerah melakukan langkah tegas dengan menangkap dan memusnahkan ikan sapu-sapu karena dinilai merusak keseimbangan ekosistem. Ikan ini tidak hanya memakan alga, tetapi juga telur ikan lain, sehingga berpotensi mengancam kelangsungan spesies asli.
Selain itu, struktur tubuhnya yang kuat dan kebiasaannya menggali dasar perairan turut mempercepat kerusakan habitat alami, terutama di sungai dangkal dan waduk.
Bisa Dimakan, Tapi Tidak Disarankan
Di tengah ramainya pemusnahan, muncul pertanyaan dari masyarakat soal kemungkinan memanfaatkan ikan ini sebagai bahan pangan.
Dosen Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Murwantoko, menjelaskan bahwa secara teknis ikan sapu-sapu memang bisa dikonsumsi. Namun, faktor lingkungan menjadi penentu utama keamanan.
“Ikan ini aman jika hidup di perairan bersih. Masalahnya, sebagian besar ditemukan di sungai yang sudah tercemar,” ujarnya.
Senada, peneliti dari Universiti Selangor, Intan Faraha, menyebutkan bahwa ikan sapu-sapu berpotensi mengandung logam berat jika berasal dari lingkungan kotor.
Logam seperti merkuri, timbal, dan kadmium dapat terakumulasi dalam tubuh ikan dan berbahaya jika masuk ke rantai makanan manusia.
Kandungan Gizi vs Risiko Kesehatan
Dari sisi gizi, ikan sapu-sapu sebenarnya memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, terutama pada ukuran besar. Namun, manfaat ini kerap tidak sebanding dengan risiko yang ditimbulkan.
Penelitian di beberapa perairan tercemar bahkan menemukan kadar logam berat dalam tubuh ikan sapu-sapu melebihi ambang batas aman yang ditetapkan standar kesehatan.
Kondisi ini membuat ikan tersebut tidak direkomendasikan untuk konsumsi, meskipun secara teoritis dapat dimakan.
Minim Nilai Ekonomis
Selain faktor kesehatan, ikan sapu-sapu juga dinilai kurang menarik secara ekonomi dan kuliner.
Profesor dari Universiti Putra Malaysia, Mohammad Noor Amal Azmai, mengungkapkan bahwa ikan ini memiliki daging yang sangat sedikit serta kulit yang tebal dan keras.
“Secara praktis, tidak menguntungkan untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Para ahli mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan mengonsumsi ikan sapu-sapu, terutama yang ditangkap dari sungai atau saluran air yang tercemar.
Alih-alih dijadikan bahan pangan, pengendalian populasi ikan ini lebih difokuskan pada upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Dengan kata lain, meski terlihat seperti “pembersih alami”, ikan sapu-sapu bukan pilihan yang aman untuk masuk ke meja makan, terutama jika asal-usulnya tidak jelas.
Fenomena viral pemusnahan ikan ini pun menjadi pengingat bahwa tidak semua yang hidup di alam liar layak dikonsumsi, apalagi jika lingkungan tempat hidupnya sudah terkontaminasi. (*)
Posting Komentar