Jawa Timur Raih Penghargaan Nasional, Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Baru

Gerai usaha koperasi desa sembako dan layanan masyarakat

Ragamjatim.id - Jawa Timur kembali mencuri perhatian di panggung nasional. Bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi yang jadi sorotan, tetapi cara provinsi ini “menghidupkan napas” desa sebagai pusat kekuatan ekonomi baru.

Dalam ajang National Governance Awards 2026, Jawa Timur meraih penghargaan sebagai Outstanding Province in Supporting Koperasi Desa Merah Putih Program. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa di The Ritz-Carlton Jakarta pada 24 April 2026.

Momen ini bukan sekadar seremoni berbalut lampu kristal dan tepuk tangan formal. Ia lebih mirip penanda bahwa arah pembangunan yang berakar dari desa mulai mendapat tempat serius di level nasional.

Koperasi Desa: Dari Konsep Sederhana Jadi Dampak Besar

Di balik penghargaan itu, ada kerja panjang yang dirajut perlahan. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi tulang punggung strategi. Konsepnya sederhana namun “menggigit”: koperasi dijadikan pusat aktivitas ekonomi warga.

Hasilnya terasa nyata. Program ini telah menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Jawa Timur, total 8.494 titik. Tak ada lagi desa yang sekadar jadi penonton dalam ekosistem ekonomi.

Yang menarik, koperasi ini tidak berdiri sebagai papan nama kosong. Mereka hidup, berdenyut, dan bertransaksi. Lebih dari seribu unit usaha telah terbentuk, mulai dari toko sembako, layanan simpan pinjam, hingga klinik desa dan apotek. Bahkan beberapa koperasi sudah menjadi agen distribusi LPG 3 kg dan pupuk bersubsidi.

Bagi warga, ini bukan teori ekonomi. Ini kenyataan sehari-hari: kebutuhan lebih dekat, harga lebih bersahabat, dan peluang usaha tumbuh seperti tunas di musim hujan.

Penguatan SDM dan Tata Kelola Jadi Kunci

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa capaian ini bukan garis finis. Penghargaan hanyalah bonus dari kerja kolektif banyak pihak.

Fokus utamanya tetap pada penguatan ekonomi kerakyatan. Salah satu langkah strategis adalah pelatihan bagi ribuan pengurus koperasi, mulai dari manajemen, penyusunan laporan keuangan, hingga pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang profesional.

Tujuannya jelas: koperasi tidak hanya besar, tetapi juga sehat dan transparan.

Hilirisasi: Mengubah Desa dari Penjual Mentah Jadi Produsen Nilai

Ke depan, Jawa Timur tidak ingin berhenti pada distribusi ekonomi saja. Pemerintah provinsi mulai mendorong hilirisasi sektor unggulan seperti pertanian, hortikultura, dan peternakan.

Selama ini, banyak produk desa dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi rendah. Dengan hilirisasi, produk tersebut diolah lebih lanjut sehingga nilai jualnya meningkat.

Bayangkan gabah yang berubah jadi beras premium, susu segar menjadi produk olahan, atau hasil panen hortikultura yang dikemas modern. Nilai tambah inilah yang menjadi “bensin baru” bagi ekonomi desa.

Harapan untuk Daerah Lain

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berharap capaian ini menjadi pemicu bagi daerah lain. Kompetisi yang sehat antar daerah dinilai penting untuk mendorong inovasi dan pelayanan publik yang lebih baik.

Pada akhirnya, kisah Jawa Timur bukan sekadar tentang trofi atau sertifikat penghargaan. Ini adalah cerita tentang perubahan arah pembangunan.
  • Dari kota ke desa.
  • Dari pusat ke pinggiran.
  • Dari ketergantungan menjadi kemandirian.
Ketika koperasi dikelola dengan serius dan didukung kebijakan yang tepat, desa bukan lagi halaman belakang. Ia berubah menjadi mesin ekonomi yang bekerja tanpa henti, menggerakkan roda kesejahteraan dari akar rumput. (min)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Jawa Timur Raih Penghargaan Nasional, Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Baru
  • Jawa Timur Raih Penghargaan Nasional, Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Baru
  • Jawa Timur Raih Penghargaan Nasional, Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Baru
  • Jawa Timur Raih Penghargaan Nasional, Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Baru
  • Jawa Timur Raih Penghargaan Nasional, Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Baru
  • Jawa Timur Raih Penghargaan Nasional, Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Baru

Posting Komentar