Kisah Loper Koran Sidoarjo Naik Haji 2026, Bukti Niat Kuat Bisa ke Tanah Suci

Jamaah haji asal Sidoarjo berangkat ke Tanah Suci 2026
Cak Ipul usai salat jamaah Subuh di masjid Siti Suci Nur Rohmah Perumahan Magersari Permai

Ragamjatim.id - “Labbaik Allahumma Labbaik…” kalimat itu bukan sekadar lantunan. Ia seperti gema yang memantul di dalam dada Syaiful Anam (64), seorang loper koran asal Sidoarjo, yang akhirnya ditakdirkan berangkat haji tahun 2026.

Bagi pria yang akrab disapa Cak Ipul ini, perjalanan menuju Baitullah bukan cerita instan. Ia adalah kisah panjang tentang harapan, kehilangan, dan keyakinan yang tidak pernah padam.

Momen yang Menggetarkan Hati

Cak Ipul masih mengingat jelas satu momen di tahun 2009. Saat itu, tetangganya menggelar selametan sebelum berangkat haji. Rumah ramai, doa mengalir, suasana penuh haru.

Dari situlah benih keinginan itu tumbuh.

Sepulang dari acara, ia langsung berkata kepada sang istri, Ulfah Gandawana, bahwa hatinya “nkrentek” ingin berhaji. Percakapan sederhana itu menjadi titik awal perjalanan panjang mereka.

Namun takdir berkata lain. Sang istri lebih dulu wafat pada 16 Juli 2021 saat masa pandemi COVID-19. Kepergian itu meninggalkan luka, sekaligus janji yang harus diteruskan.

Menabung dari Jalanan, Menggapai Impian

Sebagai loper koran, penghasilan Cak Ipul tak selalu pasti. Namun di masa kejayaan usahanya, ia mampu menyisihkan sekitar 6–7 juta rupiah per bulan.

Sedikit demi sedikit, rupiah itu dikumpulkan. Bukan untuk kemewahan, tapi untuk satu tujuan: berangkat ke Tanah Suci.

Ia dan istrinya pun akhirnya mendaftar haji. Sebuah langkah kecil yang kelak membuka pintu besar.

Berangkat Bersama Anak, Mengganti Peran Ibu

Kini, perjalanan itu semakin dekat. Cak Ipul dijadwalkan berangkat pada 5 Mei 2026 bersama Kloter 53 Surabaya.

Yang mendampingi bukan lagi sang istri, melainkan putranya, Billy Algazian Romadhon Akbar. Sosok yang kini menggantikan peran ibunya dalam perjalanan spiritual tersebut.

Bimbingan juga ia dapatkan dari KBIHU Rohmatul Ummah an Nahdliyah yang membantu memahami manasik haji, mulai dari rukun, wajib, hingga sunnah.

Bekal itu bukan hanya ilmu, tapi juga ketenangan. Seperti kompas di tengah lautan luas.

Haji Bukan Milik Orang Berduit Saja

Di akhir ceritanya, Cak Ipul menyampaikan pesan yang sederhana tapi menghentak.

Menurutnya, haji bukan soal kaya atau miskin. Bukan tentang siapa paling banyak harta, tapi siapa yang benar-benar terpanggil.

Banyak kisah orang sederhana yang mampu berangkat ke Baitullah. Dari tukang tambal ban hingga pedagang kecil.

Baginya, kuncinya hanya tiga: niat, ikhtiar, dan doa.

“Kalau hati sudah terpanggil, pasti dimudahkan,” ucapnya.

Kalimat itu meluncur pelan, tapi rasanya seperti mengetuk pintu yang lama tertutup.

Kisah Cak Ipul seperti selembar koran yang ia antar setiap hari. Tampak sederhana, tapi berisi cerita besar di dalamnya.

Bahwa jalan menuju Mekkah tidak selalu dibangun dari kemewahan. Kadang, ia disusun dari recehan yang dikumpulkan dengan sabar, air mata yang jatuh diam-diam, dan doa yang terus diulang tanpa lelah. (*)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kisah Loper Koran Sidoarjo Naik Haji 2026, Bukti Niat Kuat Bisa ke Tanah Suci
  • Kisah Loper Koran Sidoarjo Naik Haji 2026, Bukti Niat Kuat Bisa ke Tanah Suci
  • Kisah Loper Koran Sidoarjo Naik Haji 2026, Bukti Niat Kuat Bisa ke Tanah Suci
  • Kisah Loper Koran Sidoarjo Naik Haji 2026, Bukti Niat Kuat Bisa ke Tanah Suci
  • Kisah Loper Koran Sidoarjo Naik Haji 2026, Bukti Niat Kuat Bisa ke Tanah Suci
  • Kisah Loper Koran Sidoarjo Naik Haji 2026, Bukti Niat Kuat Bisa ke Tanah Suci

Posting Komentar