Maxx Coffee Bantu Konsumen Kurangi Gula Lewat Pemilihan Bahan Produk

Maxx Coffee bantu konsumen yang ingin mengurangi asupan gula dalam makanan dan minumannya lewat pemilihan bahan yang dipergunakan untuk mengolah produk dagangannya.“Kustomer itu ada yang suka manis dan tidak suka manis, mereka dapat request less sugar atau less syrup. Itu sangat memungkinkan sekali diinfokan ke barista kita, untuk takarannya dikurangi, susu yang kita gunakan pun pilihannya ada macam-macam,” kata Senior Brand Maxx Coffee Yashinta Rani dalam media gathering yang diikuti di Jakarta, Rabu.

Menurut dia kepedulian yang meningkat tersebut sangat baik untuk kesehatan masyarakat. Pihaknya pun ikut menyesuaikannya dengan minta tiap barista untuk jeli melihat permintaan khusus pada pesanan yang diterima. Misalnya, ketika pembeli membutuhkan minuman yang tidak terlalu manis, barista di Maxx Coffee akan memberikan rekomendasi menu seperti Americano, kopi espresso yang dicampur dengan air tanpa gula atau caffe latte, yakni espresso yang dicampur dengan susu.

Pada saat memberikan permintaan khusus pada barista, pembeli dapat memilih bahan yang akan diolah oleh barista sesuai keinginannya, sehingga takaran gula yang diinginkan dapat disesuaikan.

“Susu yang kami gunakan pun ada beberapa macam, ada yang full cream, low-fat, susu oat. Kalau pembeli tidak mau yang dairy, ada susu almond, itu untuk orang-orang yang vegetarian dan tidak minum dairy,” katanya. Sementara terkait dengan bahan yang dipergunakan untuk beberapa menu, selain dikarenakan usahanya yang merupakan merek lokal, Shinta menjelaskan Maxx Coffee sengaja menggunakan bahan khas Nusantara seperti biji kopi Aceh Gayo hingga pandan pada makanannya supaya pembeli dapat mengonsumsi makanan bergizi sambil memperkenalkan cita rasa asli dari Indonesia. “Kita benar-benar proudly Indonesian, kita juga ada cabang di Singapura, tapi kita dengan bangga memperkenalkan kopi-kopi dari Indonesia. Makanya biji yang kita pakai ada Aceh Gayo, Sumatera Lintong, Toraja Sapan hingga Java Ciwidey, nantinya akan menambah varian Nusantara lainnya,” ujar Shinta.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus menyosialisasikan takaran asupan gula, garam dan lemak yang baik bagi kesehatan melalui Permenkes Nomor 30 Tahun 2013. Dalam aturan tersebut, anjuran konsumsi gula ialah empat sendok makan atau 50 gram per orang per hari. Asupan garam sebanyak satu sendok teh garam atau lima gram per orang per hari, serta asupan lemak setara lima sendok makan minyak atau 67 gram per orang per hari.


0 Komentar