Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • sosial dan budaya

Mengulik Keberagaman Budaya Banyuwangi

Redaksi
Minggu, Februari 25, 2024



Banyuwangi - yang populer dengan keindahan lanskap alamnya, juga memiliki budaya yang beragam mulai dari kesenian hingga berbagai upacara adat. Keberagaman budaya itu terus dilestarikan secara guyub oleh masyarakat. Yuk, kita kulik beberapa budaya Banyuwangi yang unik!

Kebo-keboan

Kebo-keboan menjadi budaya unik pertama yang akan kita kulik. Sesuai dengan namanya, budaya ini memang menampilkan kebo-keboan atau manusia yang didandani seperti kebo (kerbau), lengkap dengan tanduknya. Kebo-keboan diadakan setiap awal bulan Suro di Desa Aliyan dan Alasmalang Banyuwangi. Ritual ini sudah dilakukan selama 300 tahun, dan bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah



Ritual Kebo-keboan di Desa Alasmalang dimulai dengan syukuran di sepanjang jalan desa, dilanjutkan dengan mengarak 30 kebo-keboan di empat penjuru desa dipimpin tokoh adat. Ritual ini disebut ider bumi. Acara diakhiri dengan sebar benih oleh para kebo-keboan, sebagai penanda harapan untuk musim panen selanjutnya.

Meras Gandrung

Gandrung merupakan tarian populer dari Banyuwangi, yang terkenal dengan keelokan dan keanggunan tariannya. Taukah Anda? Penari Gandrung pertama justru seorang pria yang disebut sebagai Gandrung Marsan, barulah setelah masa penjajahan oleh VOC selesai muncul penari Gandrung perempuan. Sejarah tari Gandrung ini dikisahkan ke dalam ritual Meras Gandrung

Meras Gandrung yakni ritual kelulusan penari Gandrung pemula menjadi penari profesional, yang tidak hanya bisa menari namun juga menyanyi. Meras Gandrung diadakan setiap satu bulan sekali di Taman Gandrung Terakota



Seblang

Seblang merupakan ritual untuk mengusir tola bala, yang diadakan di dua desa di Banyuwangi yakni Olehsari dan Bakungan. Bedanya, seblang di Desa Olehsari diadakan setelah idul fitri dengan penarinya yang masih perawan, sedangkan di Bakungan diadakan setelah Idul Adha dan penarinya sudah menopouse



Jaranan Buto

Jaranan Buto merupakan kesenian khas Bumi Blambangan. Berbeda dengan jaranan pada umunya, properti kuda-kudaan yang digunakan digambar dengan wajah menyerupai buto (raksasa). Wajah sang pemain juga dirias menyerupai buto dengan muka berwarna merah, mata besar dan rambut panjang gimbal.



Selain kesenian tarinya, Banyuwangi juga kaya akan motif batik dan lagu berbahasa Osing. Bahkan ada satu kebudayaan yang langka, yakni mocoan lontar yusuf yang akan kita kulik dibawah ini

Mocoan Lontar Yusuf

Mocoan Lontar Yusuf merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat suku Osing Banyuwangi berupa pembacaan lontar (naskah) Yusuf. Lontar Yusuf sendiri adalah kitab kuno yang tertulis dengan aksara pegon dan berisi tentang Kisah Nabi Yusuf.

Bentuknya berupa puisi tradisional yang terikat dalam aturan yang disebut pupuh. Total dalam Lontar Yusuf terdapat 12 Pupuh, 593 bait dan 4.366 larik.



Pembacaan lontar Yusuf dilakukan pada saat-saat penting. Misalnya mengiringi prosesi adat seperti adat Seblang Bakungan, dan tradisi Tumpeng Sewu di Desa Kemiren. Pembacaan ini biasanya dimulai selepas isya dan baru berakhir menjelang subuh.(*)

Tags:
  • sosial dan budaya
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi

    Sabtu, Januari 31, 2026
    OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • 7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi

    Sabtu, Juli 26, 2025
    7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • 10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya

    Jumat, Juli 25, 2025
    10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya
  • Khofifah Apresiasi Peran Pesantren Bentuk Generasi Qur’ani di Bangkalan

    Minggu, Februari 01, 2026
    Khofifah Apresiasi Peran Pesantren Bentuk Generasi Qur’ani di Bangkalan
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live