Manfaat dan resiko konsumsi kacang

Ilustrasi kacang manfaat & resiko

ragamjatim.id
- Kacang tanah merupakan camilan bergizi, kaya protein, serat, dan antioksidan. Ini membantu dalam pengelolaan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan.


kacang tanah dapat bermanfaat untuk pengelolaan berat badan bila dikonsumsi dalam jumlah sedang.


Kacang tanah mengandung asam amino esensial, vitamin (E, Riboflavin, B9), antioksidan, fenol, serat, dan lemak sehat, mendukung kesehatan hati dan mencegah penyakit hati kronis seperti NASH dan NAFLD.


1. Sumber protein yang baik

Kacang tanah memiliki kandungan protein yang tinggi, sekitar 22-30% dari total kalorinya. Protein membantu membangun massa otot dan merangsang pertumbuhan otot sekaligus bermanfaat bagi kesehatan tulang.


2. Tulang yang kuat

Ini tinggi mangan dan fosfor. Mineral dan vitamin lain yang ditemukan dalam kacang tanah akan membantu Anda menjaga kekuatan tulang seiring bertambahnya usia.


3. Meningkatkan kesehatan jantung

Kacang tanah mengandung lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda, yang menyehatkan jantung. Mereka dapat membantu menurunkan kadar kolesterol berbahaya dan risiko penyakit jantung. Kandungan antioksidan yang tinggi pada kacang tanah, termasuk resveratrol, berpotensi bermanfaat bagi kesehatan jantung.


4. Regulasi Gula Darah

Kacang tanah menyediakan protein, serat, dan lemak sehat, yang dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan meminimalkan lonjakan setelah makan. Hal ini dapat bermanfaat bagi orang yang sudah menderita diabetes atau berisiko terkena diabetes.


5. Risiko terlibat Menambah berat badan

Kacang tanah tinggi kalori dan dapat menyebabkan penambahan berat badan. Kalori buruk untuk pengelolaan berat badan. Konsumsi kacang mungkin berbahaya bagi mereka yang mencoba menurunkan berat badan.


6. Efek Samping Alergi

Alergi kacang adalah alergi yang paling sering terjadi, namun terkadang dapat memicu reaksi yang parah. Reaksi kacang tanah tidak dapat diprediksi, bahkan jika dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh Anda mengenali protein dalam kacang tanah sebagai sesuatu yang berbahaya, sehingga menimbulkan gejala. Alergi kacang dapat menyebabkan pilek, gatal-gatal, gatal-gatal, bengkak atau kemerahan, kesemutan di tenggorokan dan lidah, serta gangguan lambung.


7. Peningkatan asupan natrium

Banyak kacang mengandung garam, yang dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Misalnya saja kacang asin Valencia yang bisa meningkatkan kadar natrium dalam tubuh. Untuk menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung, kita harus memperhatikan kadar natrium. Terlalu banyak natrium mungkin berdampak buruk bagi kesehatan Anda.


8. Kandungan lemak jenuhnya tinggi

Mengonsumsi terlalu banyak kacang tanah berdampak buruk bagi kesehatan kita karena kaya akan lemak jenuhnya. Kadar lemak jenuh yang tinggi dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, masalah pencernaan, tekanan darah tinggi, penyumbatan pembuluh darah, dan masalah kesehatan lainnya. Menurunkan jumlah lemak jenuh dalam makanan juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.


9. Ketidakseimbangan Asam Lemak Omega

Omega 6 adalah asam lemak tak jenuh ganda penting yang sebagian besar digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Namun, hanya konsumsi Omega 6 dan 3 yang dikombinasikan dan seimbang dianggap bermanfaat bagi kesehatan, karena kacang tanah kekurangan asam lemak omega-3.


Kacang tanah yang tidak disimpan dengan benar dapat menimbulkan pertumbuhan jamur, menghasilkan aflatoksin, racun hati yang kuat.


Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kacang tanah di India mungkin melebihi batas aflatoksin yang diizinkan, sehingga menyoroti pentingnya membeli kacang tanah yang disimpan dengan benar.


Memanggang kacang dalam microwave atau merebusnya secukupnya dapat mengurangi kadar aflatoksin hingga 95%, sehingga menjaga kesehatan hati.

0 Komentar