Terios Nyelonong Lalu Dilalap KA Wijaya Kusuma, Sopir Meninggal

Terios Nyelonong Lalu Dilalap KA Wijaya Kusuma

PASURUAN
(ragamjatim.id) - Kecelakaan kereta api versus mobil minibus kembali terjadi di perlintasan tanpa palang PINTU.

Kali ini KA Wijaya Kusuma No.KA 119 Relasi Cilacap Ketapang-Bwangi menabrak mobil daihatsu terios warna putih nopol N 1168 TX di Porong-Bangil KM 44+6 masuk wilayah Desa Beji,Kecamatan Beji, Kab.Pasuruan atau tepatnya dijalan masuk Mako Yonkav 8 Beji.

Mobil naas tesebut dikendarai oleh Wiwik Santoso(27) warga Desa Kalangsari,Kecamatan Ngoro,Kab Mojokerto pada Minggu dini hari pukul 00:01 Wib.

Menurut saksi mata kejadian Sofyan (30), asal Bangil mengatakan," kejadian tersebut tepat didepan mata saya mas,"ujarnya dengan sedikit gemetar.

Diceritakan olehnya, kala itu ia sepulang kerja dari arah barat hendak melintasi perlntasan rel KA (ke arah selatan),dirinya berhenti sejenak karena ada kereta api melaju dari arah barat.Namun tiba-tiba sebuah mobil datang dari arah selatan ke utara tanpa berhenti dan melihat adanya kereta dari arah barat ke timur.

Beberapa warga sempat berteriak untuk memberitahukan adanya kereta,tapi pengemudi tidak mendengar dan akhirnya tertabrak serta terseret sekitar 20meter.Mobilnya hancur dan sopirnya terlempar keluar serta tewas ditempat,"ungkapnya.

Sementara itu dari pantuan di TKP, tampak petugas dari Polsek Beji, personil Yonkav 8, Polsuska melakukan pendataan dan mengevakuasi jasad korban serta bangkai mobil. Menurut informasi dari petugas Polsuska, jasad korban dievakuasi ke RS Pusdik Brimob Watukosek.

Ditempat terpisah Manager Humas PT.KAI Daops 8 Surabaya Lukman Arif, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Minggu pagi(26/5/24), pihaknya membenarkan adanya kecelakaan tersebut

Dari kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia ditempat yakni sopir mobil terios(Wiwik Santoso).

“Dugaan saya, sopir tidak memperhatikan rambu dan sirene tanda kereta api yang melintas. Kami tak henti menghimbau pada masyarakat, agar selalu berhati-hati dan waspada kala hendak melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu,” kata Lukman Arief

Jangan tergesa-gesa bila hendak menyeberang, berhenti sejenak lihat kondisi perlintasan dan pastikan aman. Intinya biar terlambat 5menit asal selamat," pungkasnya. (*)

0 Komentar