Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • sejarah

Ragam Bahasa Jawa Timur yang memiliki keunikan tersendiri

Redaksi
Jumat, Oktober 11, 2024
Ragam Bahasa Jawa Timur yang memiliki keunikan tersendiri

Bahasa daerah memiliki peranan penting di suatu wilayah. Mereka juga memiliki keunikan tersendiri. Seperti halnya bahasa daerah di Jawa Timur. Di provinsi ini, terdapat bahasa Jawa, Madura dan bahasa Osing. Dari ketiganya, bahasa Jawa dan Madura menjadi bahasa yang paling banyak digunakan masyarakat.

Bahasa Jawa di Jawa Timur juga bukan merupakan bahasa Jawa baku karena dalam pergaulan sehari-hari umumnya menggunakan bahasa Jawa kasar (ngoko). Meski demikian, secara umum di Jawa Timur, masyarakat masih menggunakan tiga tingkatan pemakaian bahasa yaitu ngoko, madya, dan krami (krama).

Bahasa ngoko dipakai untuk orang yang sudah dikenal dekat dan akrab, serta terhadap orang lain yang lebih muda usianya maupun lebih rendah derajat sosialnya (ngoko lugu dan ngoko ngandap). Bahasa krami digunakan untuk berbicara dengan orang yang belum akrab, lebih tua, dan lebih tinggi status sosialnya. Bahasa madya muncul sebagai variasi pemakaian bahasa ngoko dan krami itu sendiri.

Bahasa Jawa “khusus” ada di suku Tengger. Mereka memakai bahasa Jawa dialek Tengger, hanya akibat suatu pemisahan diri ada unsur kebudayaan mereka yang berbeda dengan kebudayaan Jawa. Begitu juga dalam bahasa pergaulan sehari-hari penduduk Malang yang merupakan bahasa Jawa dialek Jawa Timuran dan bahasa Madura.

Hanya saja, dalam pergaulan di kalangan anak muda Malang dikenal adanya Osob Kiwalan Kera Ngalam (Boso Walikan Arek Malang) atau bahasa prokem. Bahasa ini diucapkan dengan membalik susunan katanya, seperti pulang diucapkan ngulap, tidak diucapkan kadit, dan lain sebagainya.

Sementara itu, bahasa Madura meski banyak digunakan di Pulau Madura, namun pengaruhnya sampai ke daerah pesisir utara termasuk Pasuruan, Sidoarjo, Situbondo, Besuki. Bondowoso, dan Jember.

Bahasa Madura terbagi menjadi dialek kangean, Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo. Dalam pemakaiannya, bahasa Madura juga mengenal tiga tingkatan yaitu Enja’iya (bahasa halus). Enghi-enten (bahasa tengahan), dan Enghi-bhunten (bahasa kasar).

Bahasa lainnya adalah bahasa Osing. Bahasa Osing digunakan suku Osing di daerah Banyuwangi hingga Muncar. Bahasa Osing sendiri merupakan bahasa campuran antara Jawa, Bali, dan Madura.(*)
Tags:
  • sejarah
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • 10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan

    Sabtu, Maret 15, 2025
    10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan
  • Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang

    Kamis, Mei 01, 2025
    Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang
  • Alat Musik Sasando terkenal di Dunia

    Sabtu, Oktober 12, 2024
    Alat Musik Sasando terkenal di Dunia
  • 2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak

    Kamis, Januari 15, 2026
    2.000 Pelari Ramaikan “Lelono by Mantra” Batu, Taklukkan Lintasan Gunung Butak
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live