Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • pendidikan

Guru TK Kota Kediri Latih Tari Gogor Putih, Mewariskan Budaya Sejak Dini

Redaksi
Selasa, Februari 25, 2025
Guru TK Kota Kediri Berlatih Tari Gogor Putih, Mewariskan Budaya Sejak Dini

KEDIRI
– Ruang Aula Dinas Pendidikan Kota Kediri dipenuhi dengan semangat. Puluhan pengajar Taman Kanak-Kanak (TK) dengan wajah bersemangat berusaha meniru setiap gerakan yang diajarkan. Beberapa di antara mereka masih ragu, tetapi senyum mereka tetap cerah. Hari itu, mereka bukan hanya sebagai guru, melainkan pelajar yang sedang mempelajari Tari Gogor Putih, sebuah tarian khas yang muncul dari kebudayaan lokal Kota Kediri.

Pelatihan ini bukan hanya tentang gerakan tubuh semata. Ada misi besar yang ingin dicapai oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri: memperkenalkan budaya sedari dini dan menanamkan rasa bangga akan warisan nenek moyang kepada anak-anak.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Moh Anang Kurniawan, menyatakan bahwa Tari Gogor Putih dipilih karena mengandung nilai filosofi yang mendalam, sekaligus dapat membantu perkembangan motorik anak-anak.

“Macan Putih adalah simbol Kota Kediri. Karena yang belajar adalah anak-anak PAUD, maka kami memilih tema ‘Gogor’ atau anak macan. Kami berharap, di akhir tahun ini, tarian ini bisa kami daftarkan dalam rekor MURI,” jelasnya pada hari Senin, 24 Februari 2025.

Di antara peserta yang fokus berlatih, Ety Kusumaningtyas dari Sanggar Guntur Kediri berdiri di depan. Dengan penuh kesabaran, ia membimbing para guru untuk menyelaraskan gerakan dengan irama. Tari Gogor Putih, ujarnya, bukan hanya sekadar tarian, tetapi juga sebuah kisah.

“Gogor berarti anak macan. Karena yang menarikan adalah anak-anak, saya memilih gerakan yang menggambarkan agility dan keberanian seekor anak macan putih,” jelasnya.

Tarian ini berakar dari legenda Macan Putih yang diyakini sebagai manifestasi Raja Sri Aji Jayabaya. Dalam cerita rakyat, raja tersebut mengubah wujudnya menjadi Macan Putih agar bisa lebih dekat dengan rakyatnya dan memahami kehidupan mereka secara langsung.

Dari cerita itu, Ety berharap anak-anak yang nantinya menarikan Gogor Putih dapat memetik pelajaran penting tentang kepemimpinan dan kebijaksanaan.

“Saya ingin anak-anak yang mempelajari tarian ini bisa mencontoh Raja Jayabaya, seorang pemimpin yang bertanggung jawab, berakhlak mulia, dan dekat dengan rakyatnya,” tuturnya.(*)
Tags:
  • pendidikan
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Trending
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
  • Ribuan Pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur Dijadwalkan Dikukuhkan di Jatim Expo

    Minggu, Februari 08, 2026
  • Atap SDN 4 Pandan Wangi Rata dengan Tanah, Kanit Dikbud Jerowaru Gerak Cepat 10 Menit Pasca-Kejadian

    Minggu, Februari 08, 2026
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
  • 10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan

    Sabtu, Maret 15, 2025
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live