Ragamjatim.id

Ragamjatim.id

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Indeks
  • e-Magazine
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Sejarah
  • Kosakata
  • Puisi
  • Music
  • Film
  • Kultur
  • Wisata
  • Tips
  • Opini
  • Coretan
  • Rilis
  • Beranda
  • Nusantara
  • Tokoh

Ir. Soekarno Sang Proklamator: Biografi dan Perjalanan Hidup Presiden Pertama Indonesia

Oleh Redaksi
Kamis, Juli 31, 2025
Nama Ir. Soekarno telah melekat kuat dalam sejarah panjang bangsa Indonesia. Sosok kharismatik ini bukan hanya dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia,

RagamJatim.id
– Nama Ir. Soekarno telah melekat kuat dalam sejarah panjang bangsa Indonesia. Sosok kharismatik ini bukan hanya dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga sebagai tokoh proklamator kemerdekaan yang memegang peranan penting dalam membangun pondasi negara. Artikel ini mengulas biografi dan perjalanan hidup Ir. Soekarno secara menyeluruh, dari masa kecil, perjuangan politik, peran dalam kemerdekaan, hingga warisan yang ditinggalkannya bagi bangsa.

Awal Kehidupan dan Pendidikan

Soekarno lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur, dengan nama kecil Koesno Sosrodihardjo. Ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo, adalah seorang guru sekolah, sedangkan ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai, berasal dari kalangan bangsawan Bali. Keseimbangan latar belakang Jawa dan Bali inilah yang membentuk karakter dan wawasan kebangsaan Soekarno sejak usia dini.

Pada usia muda, Koesno sakit-sakitan hingga akhirnya diganti namanya menjadi Soekarno. Ia menempuh pendidikan dasar di Tulungagung dan Mojokerto, kemudian melanjutkan ke Hogere Burger School (HBS) di Surabaya. Di kota inilah Soekarno mulai mengenal dunia pergerakan, terutama saat tinggal di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, pemimpin Sarekat Islam yang menjadi mentornya.

Soekarno kemudian melanjutkan studi teknik sipil di Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB) dan meraih gelar insinyur pada tahun 1926. Ia adalah salah satu tokoh bumiputra pertama yang meraih pendidikan tinggi teknik pada masa Hindia Belanda.

Awal Kiprah Politik dan Nasionalisme

Kecintaan Soekarno terhadap bangsa dan tanah air mulai terwujud dalam gerakan politik sejak usia muda. Pada 1927, ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan semangat nasionalisme, anti-kolonialisme, dan anti-kapitalisme. Tujuannya jelas: mencapai kemerdekaan Indonesia melalui cara non-kooperatif terhadap Belanda.

Tulisan dan pidato Soekarno yang berapi-api dan menggugah semangat rakyat membuatnya menjadi ancaman nyata bagi pemerintah kolonial. Akibatnya, pada tahun 1929 ia ditangkap dan dipenjara di Bandung. Dari dalam penjara, Soekarno tetap aktif menulis dan menyebarkan pemikirannya tentang kemerdekaan.

Setelah dibebaskan, ia terus berpindah-pindah akibat tekanan dari pemerintah kolonial, termasuk diasingkan ke Ende (Flores) dan Bengkulu. Namun, semangat perjuangannya tidak pernah surut.

Masa Pendudukan Jepang dan Persiapan Kemerdekaan

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, Soekarno melihat peluang untuk mempercepat proses kemerdekaan. Meskipun awalnya bekerja sama dengan Jepang melalui organisasi seperti Putera dan BPUPKI, ia tetap menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada rakyat.

Soekarno juga berperan besar dalam menyusun dasar negara bersama tokoh-tokoh lainnya melalui sidang BPUPKI. Pidato legendarisnya pada 1 Juni 1945 memperkenalkan rumusan dasar negara yang dikenal dengan nama Pancasila.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Puncak perjuangan Soekarno terjadi pada 17 Agustus 1945, saat ia bersama Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Peristiwa ini menandai lahirnya Republik Indonesia dan Soekarno pun diangkat sebagai Presiden pertama.

Dengan gaya pidato yang penuh semangat dan ideologi kebangsaan yang kuat, Soekarno mampu membangkitkan rasa percaya diri rakyat Indonesia yang baru merdeka. Ia menjadi simbol persatuan dan pemersatu bangsa dalam masa transisi yang penuh tantangan.

Perjalanan Sebagai Presiden Republik Indonesia

Sebagai presiden, Soekarno menghadapi banyak tantangan dari dalam dan luar negeri. Ia memperkenalkan sistem demokrasi terpimpin pada tahun 1959 sebagai respons terhadap instabilitas politik. Dalam sistem ini, Soekarno memegang kekuasaan besar, namun juga memperkuat posisi militer dan partai politik tertentu.

Ia juga aktif dalam panggung internasional. Soekarno adalah salah satu penggagas utama Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung yang mempertemukan negara-negara dunia ketiga. Melalui KAA, Indonesia dikenal sebagai pelopor Gerakan Non-Blok dan menjadi suara penting di tengah Perang Dingin.

Namun, masa pemerintahannya juga diwarnai oleh krisis ekonomi, inflasi tinggi, dan konflik politik, terutama dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Situasi memuncak dengan terjadinya peristiwa G30S/PKI pada 1965, yang mengarah pada penurunan kekuasaan Soekarno.

Akhir Kekuasaan dan Masa-Masa Terakhir

Setelah peristiwa G30S, kekuasaan Soekarno mulai melemah. Pada tahun 1966, ia menandatangani Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) yang memberikan kekuasaan kepada Letjen Soeharto untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

Setahun kemudian, Soeharto resmi mengambil alih tampuk kekuasaan dan Soekarno diberhentikan sebagai presiden oleh MPRS pada tahun 1967. Ia kemudian menjalani masa tahanan rumah di Wisma Yaso, Jakarta, dalam pengawasan ketat tanpa banyak kontak dengan dunia luar.

Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 di Jakarta dalam usia 69 tahun dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur, bersebelahan dengan makam ibundanya. Meski pada akhir hidupnya mengalami pengasingan politik, namanya tetap harum dalam ingatan rakyat sebagai Sang Proklamator.

Warisan dan Pengaruh Soekarno

Hingga hari ini, warisan pemikiran dan perjuangan Ir. Soekarno masih dirasakan oleh bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara, semangat nasionalisme, dan keberanian berdiri di tengah negara-negara adidaya menjadi bagian dari identitas nasional yang kuat.

Fakta menarik:

Nama "Soekarno" diabadikan menjadi nama jalan di berbagai kota besar di Indonesia.

Soekarno juga dikenal sebagai arsitek dan perancang beberapa bangunan monumental, seperti Monumen Nasional (Monas), Masjid Istiqlal, dan Gelora Bung Karno.

Gaya pidatonya yang berapi-api menjadi warisan budaya politik tersendiri, bahkan hingga generasi sekarang.

Penutup: Soekarno dalam Hati Rakyat

Ir. Soekarno bukan hanya seorang politikus, tetapi juga seorang pemikir, seniman, orator, dan pemimpin besar. Dalam setiap pidatonya, terselip semangat untuk membebaskan, mempersatukan, dan memajukan bangsa Indonesia.

Namanya akan terus dikenang, bukan hanya karena perannya dalam kemerdekaan, tetapi juga karena visi besar yang diwariskannya kepada generasi penerus: membangun bangsa yang merdeka secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Ikuti terus konten inspiratif seputar tokoh bangsa, sejarah, dan nasionalisme hanya di RagamJatim.id karena dari masa lalu, kita belajar untuk menatap masa depan dengan teguh.
Tags:
  • Nusantara
  • Tokoh
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal

Most popular
  • Semarakkan HUT RI ke-80 di RT 009 RW 001 Kelurahan Kandangan, Benowo – Surabaya

    Minggu, Agustus 24, 2025
    Semarakkan HUT RI ke-80 di RT 009 RW 001 Kelurahan Kandangan, Benowo – Surabaya
  • Pencak Silat: Warisan, Jati Diri, dan Kebanggaan Bangsa Indonesia yang Mendunia

    Selasa, Agustus 26, 2025
    Pencak Silat: Warisan, Jati Diri, dan Kebanggaan Bangsa Indonesia yang Mendunia
  • Perantau Aceh Nusantara Banjiri Festival Budaya

    Senin, Agustus 25, 2025
    Perantau Aceh Nusantara Banjiri Festival Budaya
  • Pasar Mulai Bergairah, Sekar Laut Ekspor Krupuk ke Malaysia

    Jumat, Agustus 29, 2025
    Pasar Mulai Bergairah, Sekar Laut Ekspor Krupuk ke Malaysia
  • Alexander Zwiers Resmi Ditunjuk Sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia: Profil Lengkap, Prestasi, dan Harapan Baru Sepak Bola Merah Putih

    Selasa, Agustus 26, 2025
    Alexander Zwiers Resmi Ditunjuk Sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia: Profil Lengkap, Prestasi, dan Harapan Baru Sepak Bola Merah Putih
  • Ojol Jatim Tolak Demo, Nyatakan Dukungan untuk Khofifah

    Rabu, Agustus 27, 2025
    Ojol Jatim Tolak Demo, Nyatakan Dukungan untuk Khofifah
Ragamjatim.id
Copyright © 2025 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live