Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • pendidikan

Budi Waseso: Pramuka Jatim Harus Jadi Garda Terdepan Pembentukan Karakter Bangsa

Redaksi
Rabu, Februari 11, 2026
Menurut Budi Waseso, Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi gerakan nyata yang mampu menjawab tantangan zaman, termasuk degradasi moral, pengaruh negatif teknologi, serta menurunnya semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.
Ketua Umum Kwarnas Pramuka Budi Waseso (tengah) dan HM. Arum Sabil memberikan keterangan pers usai Pelantikan Kwarda Pramuka Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (11/2/2026)

Surabaya, Ragamjatim.id – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menegaskan pentingnya peran strategis Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, berdisiplin, dan berjiwa nasionalis. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur dan Pelantikan Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (11/2/2026).

Menurut Budi Waseso, Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi gerakan nyata yang mampu menjawab tantangan zaman, termasuk degradasi moral, pengaruh negatif teknologi, serta menurunnya semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Gerakan Pramuka harus hadir sebagai solusi. Melalui pendidikan kepramukaan, nilai-nilai Pancasila, disiplin, kepemimpinan, dan gotong royong harus benar-benar ditanamkan sejak dini,” ujar Budi Waseso dalam sambutannya.

Ia juga mengapresiasi Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan basis kepramukaan yang kuat dan aktif. Dengan jumlah anggota yang besar dan sebaran gugus depan yang luas, Budi Waseso berharap Kwarda Pramuka Jatim mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan organisasi dan program pembinaan anggota.

Pada kesempatan tersebut, Budi Waseso menekankan pentingnya sinergi antara Gerakan Pramuka dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta elemen masyarakat lainnya. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar program-program kepramukaan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Pramuka tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar pembinaan generasi muda berjalan optimal,” tegasnya.

Pelantikan pengurus Kwarda Pramuka Jawa Timur berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, pengurus Kwarnas, tokoh Pramuka, serta perwakilan Kwartir Cabang se-Jawa Timur. Dengan kepengurusan baru, Pramuka Jatim diharapkan semakin solid dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur.

Sementara itu Ketua Kwarda Pramuka Jatim HM. Arum Sabil menegaskan pentingnya peran strategis Pramuka dalam memperkuat persatuan, pemberdayaan masyarakat, serta menjaga stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

HM Arum Sabil menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan ini meskipun di tengah padatnya agenda kenegaraan. Ia menekankan bahwa Gerakan Pramuka harus terus hadir dan bekerja bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan dan kaum ibu, dalam mendorong nilai-nilai kebersamaan, kemandirian, dan pengabdian sosial.

“Alhamdulillah, ke depan kami akan terus hadir dan bekerja bersama, khususnya dalam melakukan penguatan peran masyarakat. Namun, pada saat yang sama, ada tugas-tugas negara yang berkaitan dengan stabilitas penyelenggaraan pemerintahan yang juga harus dijalankan,” ujar HM Arum Sabil.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa agenda penting tidak selalu dapat dihadiri secara bersamaan karena sifatnya yang mendesak dan strategis. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi komitmen Kwarda Pramuka Jawa Timur dalam menjalankan program-program pembinaan generasi muda secara berkelanjutan.

HM Arum Sabil juga menegaskan bahwa pengabdiannya di Gerakan Pramuka bukanlah hal baru. Selama lima tahun pada periode sebelumnya, ia telah menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, bahkan nilai-nilai kepramukaan telah tertanam sejak usia sekolah dasar.

“Pramuka adalah ruang pembelajaran keberagaman, kepemimpinan, dan pengabdian. Inilah modal besar untuk membangun Jawa Timur yang rukun, kuat, dan berdaya saing,” pungkasnya.(*)
Tags:
  • pendidikan
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • Ribuan Pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur Dijadwalkan Dikukuhkan di Jatim Expo

    Minggu, Februari 08, 2026
    Ribuan Pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur Dijadwalkan Dikukuhkan di Jatim Expo
  • Atap SDN 4 Pandan Wangi Rata dengan Tanah, Kanit Dikbud Jerowaru Gerak Cepat 10 Menit Pasca-Kejadian

    Minggu, Februari 08, 2026
    Atap SDN 4 Pandan Wangi Rata dengan Tanah, Kanit Dikbud Jerowaru Gerak Cepat 10 Menit Pasca-Kejadian
  • 7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi

    Sabtu, Juli 26, 2025
    7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi

    Sabtu, Januari 31, 2026
    OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi
  • 10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan

    Sabtu, Maret 15, 2025
    10 Upacara Adat Jawa Timur yang Hingga Kini Masih Dilestarikan
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live