Gema Sholawat Warnai Milad ke-47 MAN Sidoarjo, Satukan Alumni dan Spirit Prestasi
Sidoarjo, Ragamjatim.id – Alunan sholawat menggema khidmat dalam peringatan milad ke-47 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo yang digelar di Auditorium Gedung H. Maksum, Selasa (10/2/2026). Momentum ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, jajaran dewan guru, pegawai, siswa-siswi, pengurus komite, serta alumni lintas angkatan.
Mengusung tema “47 Tahun Mengabdi, Merawat Tradisi, Madrasah Mendunia Meraih Prestasi”, MAN Sidoarjo menghadirkan Gema Sholawat bersama Tim Hadrah Ahbaabul Musthofa, disertai Inspirational Talk yang menghadirkan alumni-alumni berprestasi.
Perjalanan Kepemimpinan MAN Sidoarjo
Kepala MAN Sidoarjo Drs. Abd Djalil, M.Pd.I, yang juga alumni tahun 1984, menyampaikan bahwa selama 47 tahun perjalanan MAN Sidoarjo telah dipimpin oleh enam kepala madrasah.
Adapun enam kepala madrasah tersebut adalah H. Sri Suparto, SH (1979–1988), Drs. H. Moh. Cholid (1988–2001), Drs. H. Abdus Shomad, M.Ag. (2001–2006), H. M. Maksum AF, SH, M.Pd. (2006–2009), Drs. H. Kusnan, M.Pd. (2009–2016), dan Drs. H. Abd. Djalil, M.Pd.I (2016–sekarang).
Ia menegaskan, konsistensi kepemimpinan tersebut menjadi fondasi MAN Sidoarjo dalam menjaga tradisi keilmuan sekaligus meningkatkan prestasi di berbagai bidang.
Madrasah Cetak Generasi Unggul dan Mendunia
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I dalam sambutannya menegaskan bahwa madrasah tidak perlu diragukan kualitasnya. Menurutnya, madrasah mampu menyeimbangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan takwa.
“MAN Sidoarjo telah membuktikan diri dengan berbagai prestasi, dari tingkat kabupaten hingga internasional. Saya berharap ke depan lahir rektor-rektor baru dari madrasah, seperti Prof. Muzakki,” ujarnya.
Pesan Keilmuan dalam Mauidhah Hasanah
Acara ditutup dengan Mauidhah Hasanah oleh K.H. Abdul Cholid Cholil, alumni MAN Sidoarjo tahun 1987. Dalam tausiyahnya, ia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW tentang kehancuran umat akibat meninggalkan ilmu dan berlebihan mengejar harta.
Menurutnya, peringatan milad bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat menuntut ilmu di madrasah.
“Peringatan harlah ini adalah pengingat agar kita semua terus menjaga ilmu dan nilai-nilai yang ditanamkan madrasah,” tuturnya.(*)
